Ekspektasi Stimulus China Dan Dolar AS Topang Kenaikan Minyak

0
96
Crude Oil
Crude Oil Price

Harga minyak mentah naik pada hari Selasa di tengah ekspektasi potensi stimulus ekonomi oleh China, permintaan minyak di Asia dan berkurangnya persediaan minyak mentah AS. Minyak mentah Brent berjangka naik 64 sen, atau 0,8%, menjadi $84,82 per barel, sementara West Texas Intermediate berjangka AS naik 67 sen, atau 0,8%, menjadi $80,41 per barel.

Data menunjukkan inflasi konsumen China pada Maret mencapai laju paling lambat sejak September 2021, menunjukkan kelanjutan permintaan yang lemah di tengah pemulihan ekonomi yang tidak merata, mendorong ekspektasi bahwa Beijing dapat mengambil langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan.

Minyak mentah berjangka juga naik karena dolar melemah di tengah ekspektasi Federal Reserve AS semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga. Dengan melemahnya dolar AS membuat harga minyak lebih murah bagi mereka pemegang mata uang lainnya.

Tanda-tanda kuatnya permintaan bahan bakar di India, konsumen minyak terbesar ketiga dunia, pada bulan Maret juga berperan dalam kenaikan harga minyak mentah. Bulan lalu, konsumsi bahan bakar melonjak 5% dari tahun sebelumnya mencapai rekor 4,83 juta barel per hari.

Minyak berjangka telah naik lebih dari 5% sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia mengejutkan pasar minggu lalu dengan pengurangan produksi yang dimulai pada bulan Mei.

Sementara itu, pasokan minyak mentah AS, berdasarkan data industri, akan dirilis pada Rabu besok. Lima analis dalam survei Reuters memperkirakan rata-rata persediaan minyak mentah turun sekitar 1,3 juta barel dalam sepekan hingga 7 April.