Emas Menatap Sisi Positif

0
67

JAVAFX – Berita komoditas di hari Senin(4/9/2017), emas menatap sisi positif alias menguat pada perdagangan awal pekan ini dibantu oleh memanasnya situasi di Semenanjung Korea yang membuat harga emas masih bertahan di atas level psikologis $1300 per troy ounce disertai masih buruknya data tenaga kerja AS akhir pekan lalu.

Penguatan emas alias safe haven emas kali ini merupakan level harga terbaik sejak perdagangan 12 bulan terakhir karena kondisi Korea menghangat awal pekan ini karena sepanjang akhir pekan kemarin Korea Utara melakukan tes kembali terhadap senjatanya. Korea Utara sendiri belum merilis keterangan resminya, namun Jepang langsung mengirimkan sejumlah pesawat pengintainya untuk melakukan penyelidikannya.

Kondisi yang memanas seperti ini tentu membuat situasi geopolitik muncul sehingga akan muncul aksi safe haven. AS sendiri meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk memberi sanksi kepada Pyongyang karena terus membandel dengan melakukan ujicoba senjata nuklirnya.

Faktor memburuknya pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja AS disertai memanasnya Korea tersebut membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak menguat sebesar $10,70 atau 0,80% di level $1336,60 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak Desember di Comex untuk sementara bergerak menguat $0,12 atau 0,70% di level $17,94 per troy ounce.

Penguatan akhir pekan lalu berlanjut hari ini karena memburuknya data tenaga kerja AS, dimana data nonfarm payroll atau NFP hanya bertambah 156 ribu pekerja baru diluar sektor pertanian, atau turun dibanding periode sebelumnya yang direvisi 189 ribu pekerja atau lebih lebih rendah dari keinginan pasar 180 ribu orang.

Rata-rata pertumbuhan upah perjam juga mengalami penurunan dari 0,3% menjadi 0,1%, disertai pula tingkat penganggurannya yang naik dari 4,3% menjadi 4,4%. Sentimen Michigan juga mengalami penurunan dari 97,6 menjadi 96,8. Namun data aktivitas ISM pabrikan mengalami kenaikan 56,3 menjadi 58,8.

Data inflasi AS masih mereda, ditunjang data pertumbuhan ekonomi AS yang juga mereda, dimana akhir pekan data situasi tenaga kerja AS lambat laun tidak mengetat lagi. Kondisi tersebut berarti bahwa dapat menambah keyakinan pasar bahwa suku bunga the Fed masih ditunda kenaikannya di tahun ini, dengan catatan pula pembahasan debt ceiling atau plafon hutang AS tidak lancar dan pembahasan reformasi pajak juga berjalan terseok-seok.

Mendengar kata tertundanya kenaikan suku bunga the Fed, dapat dipastikan akan membuat emas segera didekati oleh investor dunia. Hari ini pasar keuangan AS libur.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, MarketWatch
Sumber gambar: Financial Times