Emas Meredup Pasca Fed Meeting

JAVAFX – Emas meredup pasca Fed meeting semalam karena Yellen menyatakan bahwa pasar tenaga kerja AS masih akan mengetat dan inflasi dengan sendirinya bisa ke target the Fed.

Sedangkan pada perdagangan Kamis ini nampaknya dolar AS masih bersemangat untuk menekan mata uang utama dunia, sekaligus melanjutkan sisi negatif pergerakan emas dengan dukungan the Fed yang akan menaikkan suku bunganya lebih lanjut dan terlihat akan membaiknya data aktivitas pabrikan AS nanti malam

Pada perdagangan sebelumnya, secara nyata pergerakan mata uang utama dunia berhasil ditenangkan oleh naiknya suku bunga the Fed. EURUSD ditutup menguat tipis di level 1,1217, GBPUSD ditutup flat di level 1,2750, AUDUSD ditutup menguat tajam di level 0,7588 dan USDJPY ditutup melemah di level 109,56.

Semalam greenback terus menekan mata uang utama dunia lainnya, kecuali ke dolar Australia dan yen, pasca FOMC meeting dini hari tadi dengan hasil suku bunga menjadi 1,25% dan dapat dipastikan akan menjadi 1,50% di tahun ini

Dukungan kenaikan suku bunga the Fed ini sebetulnya tidak begitu optimal karena data CPI dan penjualan ritel AS semalam, kurang begitu bagus untuk mendukung kenaikan lebih lanjut, tetapi yang paling krusial dari rapat suku bunga tadi pagi adalah proses the Fed dalam hal pengurangan defisit neraca besarnya senilai lebih dari $4,5 trilyun yang akan segera dilaksanakan.

Pernyataan Janet Yellen tadi pagi bahwa situasi tenaga kerja masih ketat merupakan sinyal bagi investor bahwa kondisi ekonomi AS baik-baik saja. Menurut Yellen bahwa defisit neraca besar AS, nampaknya akan berjalan efektif ketika Trumponomics mulai dilaksanakan satu persatu, seperti pelaksanaan pembatasan impor atau pengenaan biaya tambahan bagi impor barang AS, atau melakukan kegiatan pembangunan yang lebih ekspansif serta mulai mengurangi pajak pebisnis sehingga gairah membangun muncul dengan besar.

Agenda-agenda tersebut belum bisa dilaksanakan karena pemerintahan Trump sedang sibuk dengan hak angket yang ditimpakan kepada Trump dimana Trump sedang menghadapi tuduhan kecurangan pemilu presiden tahun lalu. Selama ini belum terselesaikan, maka investor cenderung menahan diri untuk tidak banyak memiliki portfolio dari AS ini.

Fokus utama pergerakan pound sterling adalah rapat suku bunga Bank of England, dimana dipastikan BoE tak akan merubahnya, sehingga bila ini terjadi maka pound sterling dapat menjadi bulan-bulanan mata uang utama dunia, dikarenakan beberapa data ekonomi Inggris, seperti data tenaga kerja dan tingkat harga atau inflasinya terus mendesak suku bunga Inggris untuk segera di akhiri episode penerapan kebijakan super-loose monetary policy.

Tensi penguatan lebih lanjut dari dolar Aussie akan dipertaruhkan oleh data tenaga kerja Australia, dimana kondisi harga komoditi minyak terus menunjukkan penurunannya, sehingga bila data tenaga kerja menurun juga, maka dolar Aussie dapat mengalami tekanan yang dahsyat.

Setelah Fed meeting berakhir membuat kondisi pelemahan emas masih berlanjut. Harga emas kontrak Agustus di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $6,10 atau 0,48% di level $1262,50 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak Juli di Comex menguat $0,11 atau 0,64% di level $16,88 per troy ounce.

The Fed sudah memastikan bahwa suku bunganya akan naik setidaknya 4 kali hingga 2018, diselingi upaya pengurangan defisit neraca besar AS. Penurunan suku bunga dan penurunan defisit neraca adalah sebuah hal yang kontradiksi dimana kenaikan suku bunga biasanya membawa dampak defisit pendapatan dan menambah beban pengeluaran.

Namun Yellen sangat yakin pasar tenaga kerja AS masih ketat dan percaya bahwa target inflasi 2% dapat tercapai selama pasar tenaga kerja seperti sekarang ini, sehingga adanya pasar tenaga kerja yang ketat juga dapat memberikan penambahan pendapatan negara.

Rencana the Fed dalam mengatasi masalah defisit neracanya masih akan menjadi sorotan bagi emas hari ini, mengingat kebijakan mengurangi defisit tersebut dapat diartikan bahwa sisi proteksi impor barang dan pengurangan pembeliaan cadangan emas dapat terjadi, sehingga hal ini tidak bersahabat terhadap emas itu sendiri.

Sumber berita: Reuters, Marketwatch, Investing
Sumber gambar: CNBC

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.