Emas Terjun Bebas di Pasar Asia

JAVAFX –  Pada perdagangan di hari Kamis (20/2) emas berjangka diperdagangkan merosot ke psosisi lebih rendah pada masa dagang Asia.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk penyerahan April diperdagangkan menurun 0,04% pada level $1.612,45 per troy ons.

Gold Trading

Emas kemungkinan akan mendapat support pada $1.579,80 dan resistance pada $1.615,85.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang mata uang utama lainnya, naik 0,00% dan diperdagangkan pada $99,597.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Maret jatuh 0,31% dan diperdagangkan pada $18,367 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret jatuh 0,42% dan diperdagangkan pada $2,597 per pon.

Para pelaku pasar sedikit merasa tenang pasca meredanya kasus baru dalam jumlang orang yang terinfeksi virus corona (Covid-19).

Pemerintah China mengumumkan pada hari Rabu (19/2) pagi bahwa korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di Provinsi Hubei terus bertambah, kali ini korbannya melewati 2.000 jiwa meskipun jumlah kasus baru turun dalam dua hari berturut-turut karena pihak berwenang melakukan penanganan dengan  mencegah penyebaran wabah virus tersebut yang kembali menelan korbannya.

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan angka-angka terbaru membawa jumlah total kasus di Tiongkok menjadi lebih dari 74.000 dengan 2.004 kematian, tiga perempat di antaranya terjadi di ibukota provinsi Hubei, Wuhan. Kota berpenduduk 11 juta orang, tempat virus pertama kali muncul tahun lalu saat ini berada di bawah penguncian untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Dengan 1.749 kasus infeksi virus baru yang dikonfirmasi, kenaikan harian terendah sejak 29Januari. Sementara provinsi Hubei, pusat wabah juga melaporkan jumlah infeksi baru terendah sejak 11 Februari.

Kepala rumah sakit terkemuka di Wuhan, tempat virus itu diyakini berasal, meninggal karena penyakit yang sama pada Selasa kemarin, petugas kesehatan ketujuh yang meninggal karena penyakit tersebut, yang dikenal sebagai COVID-19.

Media pemerintah China melaporkan bahwa Hubei akan mengambil langkah-langkah yang lebih kuat untuk menemukan pasien yang diduga memiliki ciri-ciri yang sama dengan orang yang terinfeksi virus tersebut dan langkah-langkah yang telah diambil untuk mengisolasi provinsi tersebut.

Dikutip dari lama Xinhua yang diberitahu oleh kantor pusat pengendalian wabah tersebut menjelaskan bahwa pemerintah setempat akan memeriksa semua pasiem yang memiliki riwayat atau diduga terinfeksi Covid-19 yang telah mengunjungi dokter pada bulan Januari lalu dan orang-orang yang telah membeli obat batuk serta demam yang dijual bebas di toko obat.