Euro Menguat Kembali Menanti Data Ekonomi Uni Eropa

0
406

JAVAFX – Berita forex di hari Rabu(24/1/2018), euro menguat kembali menanti data ekonomi Uni Eropa pada perdagangan hari ini dengan nada pergerakan sedikit menguat sebagai lanjutan pergerakan sehari sebelumnya di mana sentimen akan berkurangnya paket bantuan ekonomi ECB membuat sentimen tetap memegang euro daripada greenback.

Secara umum dolar AS kali ini bergerak melemah lagi terhadap euro dan mata uang Asia yang terjadi sejak awal pekan dan sejauh ini EURUSD untuk sementara sedang berada di level 1.2317 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 1.2298. USDJPY untuk sementara berada di level 109,97 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 110,30. Untuk AUDUSD untuk sementara berada di level 0,8020 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7996.

Secara garis besar memang dolar AS tertekan dalam beberapa hari ini setelah dilaporkan bahwa pemerintah AS tidak bisa menjalankan fungsi negara dalam melayani masyarakatnya dan membuat kinerja ekonomi AS bisa menurun. Namun Kongres AS sudah setuju untuk menambah dana operasional pemerintah hingga 8 Februari nanti sehingga mulai hari ini sudah dibuka kembali layanan administrasi AS. Sejauh ini sikap dari investor global masih skeptis dengan kekhawatiran setelah 8 Februari tersebut di mana bisa terjadi shutdown kembali seperti pekan lalu sehingga dolar AS memang bukan menjadi pilihan investor.

Selain itu, tekanan ke dolar juga tidak berhenti karena bank-bank sentral dunia lainnya juga sedang berlomba-lomba mengejar ketertinggalan suku bunganya dari the Fed. Lomba menormalisasikan kebijakan moneter menjadi penyebab utama greenback melunak meski data-data ekonomi AS membaik. Hal lain adalah persoalan pernyataan dari Trump juga membuat sentimen negatif bagi dolar AS seakan tidak ada habisnya. Wacana mundurnya AS dari NAFTA berdasar ancaman Trump, membuat pasar sedikit panik dengan keluar dari pasar AS karena di rasa kurang nyaman.

Tekanan ke dolar juga tidak berhenti karena bank-bank sentral dunia lainnya juga sedang berlomba-lomba mengejar ketertinggalan suku bunganya dari the Fed. Lomba menormalisasikan kebijakan moneter menjadi penyebab utama greenback membaik meski data-data ekonomi AS membaik. Seperti kita ketahui bahwa bank sentral Jepang sudah mulai mengurangi pembelian kembali aset-asetnya, begitu pula juga bank sentral Uni Eropa yang lebih dahulu melakukannya di tahun lalu.

Bahkan beberapa pejabat ECB cukup yakin bahwa program bantuan ekonomi ESM bisa berakhir setelah September tahun ini sehingga suku bunga ECB dapat diyakini mulai bisa dinaikkan pada awal tahun depan.

Pasca keputusan Bundesbank memasukkan yuan sebagai salah satu mata uang cadangan bank sentral Jerman tersebut, membuat bank sentral Perancis, BDF atau Banque de France, menyatakan bahwa yuan juga masuk dalam jajaran cadangan mata uangnya, membuat keterpurukan dolar AS tidak berhenti.

Sumber Berita: Reuters, Bloomberg, Investing, Javafx, Forexfactory, Dailyfx
Sumber gambar: Daily News