Fed Powell Cenderung Naikan Suku Bunga, Juga Meningkatkan Outlook 2018

Ketua Fed Jerome Powell
Ketua Fed Jerome Powell

Bank sentral AS (the Federal Reserve) diperkirakan secara luas akan menaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan Maret yang untuk pertama kali dipimpin oleh Jerome Powell. Para pengamat memprediksi bahwa Fed akan menaikan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0.25 persen menjadi 1.75%. Yang menarik adalah bagaimana pernyataan Jerome Powell sebagai Ketua Fed yang baru terhadap arah kebijakan suku bunga ke depannya.

Dorongan The Fed untuk menstimulus ekonomi AS setelah krisis keuangan dan resesi 2007-2009 hampir berakhir. Fed menaikkan suku bunga acuan tiga kali  tahun lalu, ke kisaran 1,25-1,50 persen, karena tingkat pengangguran turun dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Maret.

Dengan pasar berjangka mengantisipasi kenaikan lain di bulan Juni, Fed Powell dapat meninggalkan outlook suku bunga tidak berubah sampai saat itu untuk melihat bagaimana ekonomi menyerap stimulus senilai $ 1,8 triliun yang diperkirakan berasal dari pemotongan pajak administrasi Trump dan pengeluaran yang direncanakan.

Powell, yang menggantikan Janet Yellen pada awal Februari, memicu aksi jual pasar global yang singkat ketika dia mengatakan kepada anggota parlemen AS akhir bulan lalu bahwa dia telah menjadi lebih percaya diri dalam prospek ekonomi. Namun, kekhawatiran akan adanya bank sentral hawkish baru-baru ini cenderung berlebihan karena pendekatan konsensus-pendekatan Powell yang hati-hati.

Sebanyak tujuh orang dari total 15 pembuat kebijakan Fed baru-baru ini mengindikasikan bahwa stimulus fiskal dapat mendorong ekspektasi mereka terhadap ekonomi, kenaikan suku bunga, atau untuk keduanya, menurut sebuah analisis terhadap pernyataan publik.

Presiden Fed New York William Dudley, salah satu pejabat pembuat kebijakan yang paling berpengaruh, mengatakan empat kali kenaikan suku bunga tahun ini masih akan dianggap “bertahap,” mencatat bahwa kebijakan fiskal berubah “cukup bersifat stimulatif.”  Pejabat Fed telah berspekulasi dalam beberapa pekan terakhir bahwa stimulus tersebut dapat mendorong lebih banyak orang Amerika memasuki pasar tenaga kerja yang sudah ketat dan menaikkan inflasi ke target 2 persen, atau jauh di atas tingkat tersebut jika ekonomi terlalu panas.

Dampak Keputusan Fed Terhadap Pasar Forex

Keputusan Fed adalah agenda utama pasar bulan Maret yang hasilnya akan banyak mempengaruhi pergerakan dollar terhadap mata uang utama lainnya.

Kemungkinan Fed naikan suku bunga sudah hampir pasti, sehingga sekarang bukan masalah pada hal ini. Point pentingnya adalah apakah ada signal dari Powell untuk menambah kenaikan suku bunga lebih dari tiga kali atau tidak.

Jika Fed mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih dari 3 kali maka dolar diprediksi akan menguat.

Jika Fed tidak memberikan kepastian akan ada kenaikan suku bunga lebih dari tiga kali maka dollar akan turun tajam.

 

Untuk mendapatkan free signal trading, analisa market mingguan, full support langsung dari analis,

Hubungi JAVAFX :

Phone / WhatsApp : 082116448874

Apakah Anda membutuhkan informasi Training JAVAFX, Introducer Broker – IB, belajar forex, teknikal forex, signal forex, strategi forex dan analisa forex untuk melakukan transaksi trading forex, trading emas, trading oil, trading index minggu ini? Segera Hubungi Analis JAVAFX

Author :  Swendy

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.