Fed Tak Bahas Tambahan Stimulus, Dolar Menguat Pasca FOMC

EURJPY Price Action – Daily – EURJPY menyentuh Support 1 di 121.68, target berikutnya akan menguji Support 2 – 121.29

Pada chart Daily, EURJPY telah menyentuh Support 1 di 121.68 dan memiliki trend, Bearish Strong Trend . Target berikutnya untuk EURJPY Bearish Strategy pada...

Canada Budget Balance (Actual) -21.94 VS -25 (Forecast) **BETTER**

Data Budget Balance Canada dilaporkan sebesar -21.94. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di -25.

EURCHF Price Action – Daily – EURCHF menyentuh Resistance 1 di 1.0693, target berikutnya akan menguji

Pada chart Daily, EURCHF telah menyentuh Resistance 1 di 1.0693 dan memiliki trend, Bearish Non-Trending . Target berikutnya untuk EURCHF Bearish Strategy pada harga...

USA Michigan Consumer Sentiment Final (Actual) 81.8 VS 81.2 (Forecast) **BETTER**

Data Michigan Consumer Sentiment Final USA dilaporkan sebesar 81.8. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 81.2. Di saat yang sama,...

USA Chicago PMI (Actual) 61.1 VS 56 (Forecast) **BETTER**

Data Chicago PMI USA dilaporkan sebesar 61.1. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 56.

Covid-19: Swiss 9,207 vs 9,386 ( -2%)

Swiss melaporkan penambahan 9,207 kasus baru COVID-19 pada tanggal 30 October 2020. Saat ini, total kasus COVID-19 di Swiss berjumlah 154,251 dan total kasus aktif...

JAVAFX – Federal Reserve telah memutuskan menetapkan kisaran target untuk suku bunga tidak berubah di level 0,0 – 0,25% pada pertemuan dua hari Rabu malam, dan ini sudah sesuai dengan ekspektasi pasar dan mengisyaratkan akan memepertahankan suku bunga tetap rendah setidaknya hingga tahun 2023 untuk membantu ekonomi pulih dari pandemi cirus corona.

Komite akan mengusahakan untuk mencapai target inflasi secara moderat diatas 2% untuk beberapa waktu sehingga inflasi rata-rata 2% dari waktu ke waktu dan ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terjaga dengan baik di level 2%.

Apa yang disampaikan The Fed tadi malam sudah sesuai perkiraan pasar mengenai tingkat suku bunga tetap rendah dan mengani target inflasi. Namun sepertinya pasar kecewa karena Fed tidak menyinggung soal tambahan stimulus seperti rumor yang muncul diawal pekan ini. Karena itu dolar AS menguat pasca FOMC.
Sejak dibuka di awal perdagangan sesi Asia tadi pagi, dolar berbalik menguat dan memukul balik euro, pound dan beberapa mata uang utama lainnya serta emas.

Harga emas terperosok kelevel rendah dua minggu karena menguatnya dolar AS. Bahkan jika pelemahan menembus dibawah level $1937.00 bukan tidak mungkin harga emas akan tertekan lagi sampai ke level $1922.00.

 

 

 

swendy

Hot Topics

Harga emas jatuh lagi hingga 11,2 dolar, catat rugi 2 hari beruntun

Harga emas jatuh lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan oleh dolar yang lebih kuat dan kurangnya kejelasan tentang kesepakatan stimulus AS,...

Emas naik, dolar tergelincir saat kekhawatiran virus corona berlanjut

Harga emas naik pada akhir perdagangan Selasa, dan nilai tukar dolar AS melemah saat kekhawatiran atas lonjakan kedua dalam kasus virus corona. Sementara investor menahan...

Westpac Berniat PHK 150 Karyawan, AUDUSD Di prediksi Melemah

Bank tertua dan terbesar kedua di Australia, Wespac Banking Corp berniat melakukan PHK 150 karyawannya karena hendak menghentikan pengoperasiannya di berbagai tempat...

Related Articles

Ledakan madrasah di Pakistan tewaskan sedikitnya tujuh orang

Ledakan di salah satu sekolah agama di Kota Peshawar, Pakistan utara pada Selasa menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk anak-anak, dan melukai puluhan orang lainnya,...

Indikator Iklim Bisnis Ifo Jerman Turun Dibawah Perkiraan

Indikator iklim bisnis Ifo Jerman turun menjadi 92,7 pada bulan Oktober 2020, dari angka tertinggi tujuh bulan di 93,2 pada bulan September...

Seminggu Jelang Pilpres, Trump & Biden Kampanye di Negara-negara Bagian Utama

Dengan hanya kurang dari satu minggu menjelang pemilihan presiden 3 November, petahana Presiden Donald Trump dari Partai Republik dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe...

Gedung Putih: AS Tidak akan Kontrol Pandemi

Sementara kasus infeksi virus corona melonjak lagi di AS, kepala staf Gedung Putih Mark Meadows, Minggu (25/10), menyatakan bahwa negara itu tidak akan mengontrol...