Gencatan Senjata’ AS-Cina Di perpanjang, Aksi Lepas Dolar AS Terjadi

Prospek damai dagang AS-China semakin mendekati kenyataan hingga Sabtu pagi waktu Indonesia Bagian Barat yang lalu. Presiden AS Donald Trump setuju untuk memperpanjang masa ‘gencatan senjata’ dengan China yang sedianya berakhir pada 1 Maret mendatang sehingga AS tidak akan menaikkan tarif bea masuk produk-produk China senilai US$ 200 miliar. Hal ini seiring dialog dagang AS-China yang berjalan mulus yang mulai tertuang dalam MOU antara kedua negara yang mencakup seperti perlindungan terhadap kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, jasa, mata uang, dan lain-lain.

Perpanjangan gencatan senjata ini merupakan respon positif dari Trump atas pertemuan dagang kedua negara tersebut yang mendekati kesepakatan penuh. Trump juga menyatakan bahwa pertemuan dengan Presiden Xi di Mar-a-Lago untuk finalisasi kesepakatan akan terjadi.

Gold Trading

Trump telah memperpanjang gencatan senjata dan China pun berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan AS, salah satunya dengan berupaya menurunkan surplus perdagangan dengan membeli lebih banyak produk Amerika Serikat. Salah satu perjanjian tersebut adalah Cina akan membeli US$ 1,2 triliun produk asal Negeri Paman Sam. Contohnya adalah kedelai, di mana China berjanji membeli tambahan 10 juta metrik ton.

Perpanjangan gencatan senjata perang dagang ini dan kesepakatan dagang antar kedua negara yang semakin positif telah membuat terjadinya aksi lepas Save Havens Dolar AS karena para pelaku pasar masuk ke dalam investasi asset beresiko (Risk Aversion). Hal ini otomatis juga menguatkan mata uang lainnya terhadap Dolar AS. GBPUSD menguat dari level 1.29681 ke level 1.30791, EURUSD sempat menguat dari 1.13155 ke level 1.13550, AUDUSD menguat dari level 0.71072 ke level 0.71606, NZDUSD menguat dari level 0.68038 ke level 0.68823. Tapi, USDJPY masih tetap terkonsolidasi di kisaran level 110.550-110.850 karena posisinya juga sebagai Save Havens.