Gold Terkoreksi Turun Akibat Profit Taking Pasca Mendekati Level 1555.00

Setelah hari Jumat Gold mencapai level tertingginya di level 1530.08 karena pernyataan Trump yang mengecam keras Powell karena tidak juga berencana memangkas suku bunga The Fed. Powell menyatakan di symposium  Jacksonhole bahwa The Fed akan memberikan stimulus tanpa menjelaskan secara detil stimulus apa yang akan dia berikan. Selain masalah suku bunga yang belum juga jelas apakah The Fed September ini akan memotong suku bunganya atau tidak, Gold juga masih mengalami dorongan naik pagi tadi hingga terjadi gap up di level 1538.90 dan langsung meneruskan kenaikkannya hingga level 1554.88 akibat pengaruh kekhawatiran akan terjadinya resesi ke depannya karena ancaman perang dagang AS- Cina kembali terjadi setelah Cina menjawab ancaman tariff Amerika yang akan di kenakan terhadap Cina September nanti dengan mengenakan bea tariff atas produk Amerika. Selain perang dagang yang kembali memuncak, kenaikan Gold masih berlanjut hingga pagi tadi karena masih kuatnya pengaruh perang dagang dan munculnya kembali inversi imbal hasil (Inverted Yield).

Gold Trading

Namun, karena sudah naik cukup tinggi hingga level 1554.88, maka Gold kembali terkoreksi turun dan di prediksi Gold akan terus koreksi turun menghampiri Moving average di level 1518.00 sampai level 1510.00 akibat aksi taking profit. Jika koreksi turun menembus level 1508.00, maka Gold akan terus melemah menuju level 1490.50. Tapi jika tidak dapat menembus level 1508.00, maka Gold akan kembali naik menuju level 1518.00 hingga level 1535.00 bahkan dapat saja kembali naik menuju level 1555.00.