Goldman Sachs Prediksi Tidak Ada Kesepakatan Dagang, Harapkan 3 Kali Cut Rate

JAVAFX – Goldman Sachs mengumumkan bahwa pihaknya tidak lagi mengharapkan AS dan China akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri sengketa dagang mereka sampai jelang pemilihan Presiden AS 2020 mendatang. Hal itu bisa disebabkan karena para pembuat kebijakan dari dua nagara ekonomi terbesar didunia tersebut ‘mengambil jalan yang lebih keras’.

Goldman sekarang mengharapkan dua penurunan suku bunga secara berturut-turut dari Federal Reserve AS (The Fed) “mengingat meningkatnya resiko kebijakan perdagangan, ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga yang jauh lebih besar, dan peningkatan resiko global terkait dengan kemungkinan tidak ada deal-Brexit”.

Gold Trading

Pada akhir Juli yang lalu, Presiden AS, Donald Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif 10% pada $300 miliar produk impor China mulai 1 September, yang akan semakin memperparah ketegangan dagang dengan Beijing. Langkah dari Washington “menunjukan bahwa kedua pihak dalam konflik perdagangan mengambil sikap yang lebih keras, mengurangi kemungkinan resolusi dalam waktu dekat”, demikian catatan kepala ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius.

Hatzius mengatakan juga memprediksi peluang untuk penurunan suku bunga Fed masih terbuka dua kali lagi yaitu  di bulan September sebesar 75% dan untuk dibulan Oktober sebesar 50%. Sebelumnya ia hanya mengharapkan dua kali penurunan suku bunga tahun ini. “The Fed telah semakin responsive tahun ini terhadap ancaman perang dagang, ekspektasi pasar obligasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global”, kata Hatzius.

Analis JAVAFX

sumber: reuters