Harga Emas Berharap Tidak Tertekan Oleh Naiknya Suku Bunga Inggris

0
10606

JAVAFX – Berita komoditas di hari Kamis(2/11/2017), harga emas berharap tidak tertekan oleh naiknya suku bunga Inggris alias tetap menguat pada perdagangan sore hari ini, sebab diperkirakan pengumuman suku bunga Inggris ini segera dieliminasi oleh memburuknya data klaim pengangguran mingguan AS nanti malam.

Pengaruh pengajuan rancangan undang-undang reformasi pajak AS yang akan diserahkan di pekan ini, sepertinya masih kurang berpengaruh ke sisi negatif emas dimana reformasi pajak tersebut banyak mendapat kritik dari Senat AS khususnya yang berasal dari GOP maupun oleh ekonom-ekonom dunia.

Hal ini membuat sikap yang skeptis dari investor emas dunia, karena dapat diketahui bahwa paket bantuan perbaikan ekonomi di bidang fiskal tersebut seharusnya dilakukan ketika negara sedang menghadapi resesi ekonomi, bukan ketika negara sedang sehat-sehatnya kondisi ekonominya, sehingga terkesan bahwa kebijakan fiskal ini terkesan mengada-ada dan malah membebani defisit anggaran pemerintah Trump.

Namun seperti kita ketahui bahwa adanya reformasi pajak ini bisa meningkatkan laju PDB AS atau pertumbuhan ekonominya sebesar 0,5% dalam tahun pertama pelanksanaannya sehingga suku bunga makin mudah dinaikkan. Hal lain emas sempat melemah ketika data ADP payroll semalam membaik, namun beruntung kegiatan ISM manufaktur melemah tajam.

Hal inilah yang membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak menguat $1,10 atau 0,09% di level $1278,40 pertroy ounce. Untuk harga perak kontrak Desember di Comex untuk sementara bergerak melemah $0,07 atau 0,38% di level $17,11 pertroy ounce.

BACA: Harga Emas Riskan Terhadap Aksi Jualnya

Sebelumnya kepastian Trump yang akan memilih Powell sebetulnya memang bukanlah sosok yang diidamkan pasar karena jiwa kepemimpinan Jay kurang hawkish atau kurang berani terhadap kenaikan suku bunga, sedangkan John Taylor yang memang berjiwa sangat hawkish dan disukai pasar pada umumnya sehingga bila memang Powell yang terpilih maka emas sudah mulai menampakkan keinginan untuk menguat karena dapat dipastikan di tahun depan suku bunga the Fed akan naik secara terjadwal dan berhati-hati seperti pendahulunya Janet Yellen.

Fokus nanti malam, data klaim pengangguran mingguan AS bila masih dibawah angka 240 ribu klaim, maka emas bisa terkoreksi, itupun dengan kepastian bila Bank of England tidak jadi menaikkan suku bunganya. Bila BoE jadi menaikkan suku bunganya, maka ada harapan bahwa emas bisa sedikit positif memanfaatkan pelemahan dari greenback.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, BBC
Sumber gambar: Bloomberg