Harga Emas Berhasil Positif, Namun Ditutup Di Zona Negatif Pekan Ketiga

JAVAFX – Harga emas berhasil positif, namun ditutup di zona negatif pekan ketiga pada perdagangan akhir pekan kemarin di mana ini merupakan aksi beli yang berlanjut kembali dengan bantuan hasil NFP yang menurut pasar kurang sesuai kehendaknya.

Jumlah penerima upah memang naik di bulan lalu, akan tetapi masih di bawah perkiraan pasar, sehingga sempat harga emas melonjak di kala data tenaga kerja dirilis di akhir pekan tersebut. Namun kami sadar bahwa kenaikan jumlah penerima upah sudah terjadi dalam 3 bulan terakhir secara kontinyu, serta data tingkat pengangguran sudah berada di bawah angka 4%, angka terbaik sejak 2000, dan segera menimbulkan dorongan kepada the Fed bahwa suku bunga memang harus naik lebih agresif lagi.

Tingkat upah tahunan juga bertahan di angka tumbuh 2,6%, di atas angka target the Fed untuk inflasi 2%. Sedangkan inflasi tahunan the Fed sudah mendekati angka 2%, dan menurut bank sentral AS dalam jangka menengah kondisi inflasi akan bertahan. Kesan inflasi yang dibiarkan tinggi tersebut pada waktu Fed meeting di pekan lalu, muncul lagi di akhir pekan lalu. Investor melihat bahwa meski ada kenaikan inflasi, akan tetapi Jerome Powell dan kawan-kawan waktu itu tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunganya yang ketujuh dan seterusnya.

Alhasil hal ini membuat harga emas kontrak Juni di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $2,00 atau 0,15% di level $1314,70 per troy ounce. Namun dalam perdagangan sepekan lalu, harga emas mengalami penurunan sebesar 0,7%.
Sedangkan harga perak kontrak Juli di Comex ditutup menguat $0,07 atau 0,44% di level $16,52 per troy ounce.

Tahun ini pasar memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga the Fed hanya 3 kali saja, padahal dengan inflasi yang merapat ke 2%, maka angka 4 kali kenaikan juga masih dimaklumi pasar. Tampaknya the Fed tidak ingin buru-buru membuat keputusan yang bisa mengangkat nilai dolar lebih cepat, seperti yang diinginkan Trump, dan terbukti semalam dengan kondisi penguatan yang perlahan-lahan, defisit perdagangannya berhasil dikurangi.

Beberapa kalangan juga berpendapat bahwa dengan turunnya pembelian emas sesuai laporan World Gold Council telah menerbitkan pandangan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk beli emas.

Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street mengalami pergerakan positif di mana bursa Dow naik 1,39%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami penguatannya sebesar 0,14% di level 92,612. Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas adalah BoJ minutes, kepercayaan bisnis Australia, dan pasar keuangan Inggris libur.

Penulis: Adhi Gunadhi
Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch, BBC
Sumber gambar: Reuters

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.