Harga Emas Berhasil Pulih Meski Perang Tarif Membayanginya

JAVAFX – Harga emas sedikit pulih meski perang tarif membayanginya pada perdagangan Selasa kemarin dengan masih tampak ada untuk rencana lebih kuat terhadap kenaikan suku bunga the Fed lebih lanjut.

Pekan lalu sebelumnya bergerak besar berkat pergerakan mata uang global terhadap dolar AS dengan munculnya krisis baru di Argentina sehingga beberapa mata uang negara berkembang termasuk rupiah mengalami tekanan greenback. Penguatan harga emas juga sebetulnya terbatas, di mana sisi beli emas di India dan China sedikit pulih berbarengan dengan mulai melemahnya dolar AS tersebut.

Gold Trading

Namun karena tensi perang dagang masih belum mereda, membuat yuan mata uang China kembali mengalami tekanan dari dolar sehingga sisi beli emas masih terbatas. Apalagi Jepang akan menjadi target baru dari tarif Trump. Namun hasil data pekerja AS diluar dugaaan ternyata sangat bagus, naik di atas rata-rata diikuti pula besaran upah per jamnya juga naik terbaik dalam 1 dekade terakhir, sehingga makin menambah daya dukung akan naiknya suku bunga the Fed lebih lanjut. Kondisi ini tentu bukan cerita bagus bagi harga emas lagi.

Namun sisi koreksi emas berhasil ditahan setelah juru runding Brexit dari Uni Eropa Michel Barnier pada awal pekan kemarin setuju dengan beberapa klausul pemisahan Inggris dari Uni Eropa sehingga dalam waktu cepat sehingga proses Brexit akan dilakukan. Kondisi ini membuat dolar AS masih ditekan oleh pound dan euro sehingga harga emas masih bisa bertahan di atas level psikologis kembali hari ini lagi.

Hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $4,40 atau 0,37% di level $1204,20 per troy ounce. Sedangkan harga perak kontrak September di Comex ditutup menguat $0,01 atau 0,08% di level $14,18 per troy ounce.

Berbeda dengan negara lain, kinerja ekonomi AS sebelumnya, memang kadang menunjukkan kinerja yang lebih bagus meski ada perang dagang sehingga ruang kenaikan suku bunga the Fed memang sulit untuk dibendung lagi. Emas sebagai salah satu instrumen investasi pertahanan nilai aset selama masa ketidakpastian ekonomi sempat gagal berfungsi dengan semestinya, karena investor beralih langsung dengan mencari aset berlatar belakang dolar AS yang lebih menjanjikan. Dan memang cukup sulit bergerak positif jika masalah perang tarif dan suku bunga the Fed selalu menghalanginya.
Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street bisa ditutup positif di mana bursa DowJones naik 0,44%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami pelemahannya sebesar 0,13% di level 95,130 Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas, yaitu data inflasi produsen AS dan Beige book.
(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi