Harga Emas Bertahan Dari Gempuran Aksi Ambil Untung

JAVAFX – Harga emas bertahan dari gempuran aksi ambil untung pada perdagangan Selasa kemarin di mana ini sisi beli emas berhasil terbentuk meski perang dagang antara AS dengan China berhasil ditunda namun harga minyak yang tinggi telah berhasil membantu emas untuk membaik lagi serta akan gagalnya denuklirisasi Korea Utara.

Faktor perundingan perdagangan antara China dengan AS di awal pekan kemarin yang dilaporkan oleh Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin telah berhasil ditunda dengan kebijaksanaan bahwa China akan memperbesar impor produk dari AS. Sejauh ini, pihak China sendiri belum memberikan kesepakatan bahwa bisa mengurangi defisitnya hingga $200 milyar per tahunnya. Namun keinginan AS selain mengurangi defisitnya yaitu meminta China lebih ketat dalam hal pengawasan hak intelektual AS yang sering dikeluhkan oleh produsen AS karena pencurian hak paten tersebut.

Dolar AS memang diluar dugaan memang masih bertahan untuk berada di level tertinggi 5 bulannya, di mana yield obligasi pemerintah AS 10 tahun tetap bertahan untuk tetap berada di atas level psikologis 3%, namun harga minyak masih tinggi dan investor khawatir jika harga minyak menyentuh $80 per barel, maka inflasi dunia akan serentak naik.

Alhasil hal ini membuat harga emas kontrak Juni di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $0,40 atau 0,03% di level $1290,50 per troy ounce. Sedangkan harga perak kontrak Juli di Comex ditutup menguat $0,04 atau 0,21% di level $16,56 per troy ounce.

Naiknya inflasi ini kembali dikhawatirkan investor dengan segera mencari aset pelindung nilainya yaitu memburu emas di kala harga emas mencapai harga terendah sejak Desember tahun silam. Sisi beli emas sendiri memang tidak besar karena investor juga sedang was-was jelang Fed minutes di dini hari nanti serta belum jelasnya perkembangan denuklirisasi Korea Utara.

Suku bunga dari Federal Reserve masih akan dinormalkan menuju level 2,5%, sedangkan bank sentral lainnya masih menganut faham kebijakan moneter longgarnya, sehingga aset berlatar belakang AS masih terus di buru investor. Memang jika mendengar kata kenaikan suku bunga khususnya the Fed, maka harga emas memang akan langsung terkoreksi.

Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street mengalami pergerakan negatif di mana bursa Dow turun 0,72%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami pelemahannya sebesar 0,12% di level 93,563. Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas seperti aktivitas manufaktur di Jepang, China, zona euro dan AS, data inflasi Inggris, data penjualan rumah baru AS dan Fed minutes.

Penulis: Adhi Gunadhi
Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch, BBC
Sumber gambar: Reuters

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.