Harga Emas Ditutup Sedikit Manis di Akhir Pekan Lalu

JAVAFX – Berita komoditas di hari Senin(25/9/2017), harga emas ditutup sedikit manis di akhir pekan lalu dengan ditutup sedikit dibawah level psikologis $1300 pertroy ounce dengan sedikit bantuan dari akan memanasnya situasi di Semenanjung Korea selama akhir pekan tersebut.

Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho sedikit membuat gaduh kembali di pasar komoditi emas Jumat lalu dimana terlontar bahwa Korea Utara akan melakukan uji coba senjata bom hidrogen atau H-bomb nya yang mempunyai daya ledak yang lebih besar dibandingkan H-bomb yang sebelumnya bisa menimbulkan efek gempa 6,5 skala Richter.

Sebetulnya Presiden Kim hanya membalas ucapan Trump, bahwa Korea Utara akan membuat AS mendapatkan pengalaman yang paling bersejarah, namun tidak menyatakan akan melepas uji coba bom tersebut. Ucapan Kim sebagai balasan atas yang diucapkan Trump sebelumnya yaitu AS telah menandatangani persetujuan akan melarang segala bentuk transaksi keuangan dan perdagangan dengan Korea Utara.

Ini yang membuat timbul safe haven emas, namun kondisinya masih terbatas sepanjang Jumat lalu tidak ada percobaan bom tersebut. Selain itu, pembatasan penguatan emas masih terkait akan naiknya suku bunga the Fed yang dijelaskan dari hasil rapat suku bunganya minggu ini. Mendengar kata kenaikan suku bunga the Fed, maka harga emas tentu masih alami pelemahannya yang cukup tajam dan ditutup dibawah level psikologis $1300 pertroy ouncenya.

Dalam rencana kerja the Fed yang dikenal dengan istilah Dot Plot Plan tersebut, disampaikan bahwa bank sentral AS tersebut masih dapat menaikkan suku bunganya sekali lagi dan mengikuti petunjuk tahun lalu bahwa kenaikan suku bunga the Fed terjadwal dan naik 3 kali setahunnya. Tahun depan juga diisyaratkan akan naik 3 kali juga.

Faktor tegangnya Korea tersebut membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $2,70 atau 0,21% di level $1297,50 pertroy ounce. Untuk perdagangan mingguan, komoditi emas mengalami penurunan sebesar 4,1%. Untuk harga perak kontrak Desember di Comex ditutup melemah tipis $0,03 atau 0,30% di level $17,00 pertroy ounce. Untuk perdagangan mingguan, komoditi perak mengalami penurunan sebesar 3,6%.

Rencana kenaikan suku bunga ini membuat perkiraan kenaikan suku bunga the Fed oleh para pengamat dunia di Desember nanti naik lagi, dari 60% menjadi 73% perkiraan naiknya suku bunga the Fed akan terjadi.

Sejauh ini pula yang membawa bursa saham Wall Street mengalami pelemahan dimana DowJones spot ditutup melemah 0,10%. Sedangkan indeks dolar atau Dixie turun 0,10% di angka 92,177. Hari ini pasar emas hingga sore nanti menantikan data IFO Jerman dan pernyataan Kuroda.

Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch
Sumber gambar: CNN Money

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.