Harga Emas Diujung Ruang Koreksi Lagi

JAVAFX – Berita komoditas di hari Selasa(24/10/2017), harga emas diujung ruang koreksi lagi alias masih menguat sangat tipis pada perdagangan sore hari ini, sebagai bagian dari keinginan Trump yang hampir semua terwujud dan skandal industri Jepang yang mencoreng muka Abe disaat sedang merayakan kemenangannya sebagai perdana menteri Jepang.

Pengaruh dari cetak biru anggaran pemerintah AS di tahun fiskal 2018 telah disepakati oleh Senat AS akhir pekan lalu sehingga ada tambahan sekitar $1,5 trilyun yang akan ditambahkan kepada anggaran pemerintah untuk digunakan sebagai menutupi lubang kurangnya pemasukan pemerintah akibat dari penerapan pajak baru nantinya, nampaknya masih berhasil mengurangi kencangnya laju kenaikan emas.

Yang muncul adalah kepastian Trump yang mendengarkan suara hatjnya bahwa dia kemungkinan masih memilih Yellen atau Powell sebagai ketua the Fed yang baru. Namun Trump juga tidak menutup kemungkinan besar untuk mengangkat John Taylor menjadi ketua atau wakil the Fed yang ditinggalkan Stanley Fischer minggu lalu.

Powell menurut pasar adalah sosok yang kurang hawkish atau berani terhadap kenaikan suku bunga dibandingkan John Taylor yang memang berjiwa sangat hawkish dan disukai pasar pada umumnya. Namun menurut para ekonom dunia, Powell adalah sosok ideal bagi the Fed saat ini. The Fed saat ini membutuhkan sosok ketua yang dapat meredam segala gejolak yang ada.

Kondisi ranah Catalan juga mulai bergejolak lagi setelah penduduk Catalunya memblokade dan mengalangi jalan PM Spanyol, Mariano Rajoy disaat berkunjung ke Catalunya. Hal seperti inilah yang biasanya akan mendatangkan aksi safe haven.

Hal inilah yang membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak menguat $0,30 atau 0,02% di level $1281,20 pertroy ounce. Untuk harga perak kontrak Desember di Comex untuk sementara bergerak menguat $0,03 atau 0,12% di level $17,10 pertroy ounce.

Pemilu Jepang yang dimenangkan oleh Abe sendiri sudah dapat dipastikan bahwa arah ekonominya 4 tahun kedepan setelah pemilu yang diselenggarakan hari Minggu lalu dimenangkan oleh partai LDP, yang juga partainya PM Abe. Sejauh ini, mayoritas suara diberikan kepada Shinzo Abe lebih dari 2/3 suara di parlemen rendah Jepang sehingga dapat dipastikan kebijakan ekonomi Abe atau Abenomics yang selaras dengan kebijakan suku bunga ultra ringan yang diterapkan bank sentral Jepang, BoJ akan bertahan cukup lama. Kebijakan ini pro terhadap pelemahan mata uang yen dan meningkatkan atau penguatan dolar AS sehingga emas ikut terkulai.

Namun sayangnya beriringan dengan kemenangannya, mantan perusahaan tempat Abe bekerja dulu, Kobe Steel terkena skandal hebat yang mengakibatkan lebih dari 500 perusahaan dunia harus menginspeksi kembali terhadap hasil produknya yang menggunakan bahan baku baja atau tembaga dan alumunium yang berasal dari Kobe Steel. Tercatat bahwa Boeing, kereta cepat Shinkansen dan Nissan serta Toyota mulai melakukan inspeksi ulang produknya.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, BBC
Sumber gambar: Alamy

 

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.