Harga Emas Manfaatkan Momentum Beli Sejenak

0
77
Harga Emas Masih Dalam Ruang Koreksi

JAVAFX – Harga emas manfaatkan beli sejenak pada perdagangan Kamis kemarin dengan masih tampak ada sisi beli yang muncul meskipun ada rencana kenaikan suku bunga the Fed.

Pekan sebelumnya harga emas bergerak besar dan menguat berkat pergerakan mata uang global terhadap dolar AS dengan munculnya tarif baru dan berlanjut dengan aksi saling berbalas antara AS dengan China sehingga memunculkan aksi safe haven dolar sesaat. Namun emas selalu mengalami tekanan harga dan tekanan tersebut berupa perang dagang dan rencana kenaikan suku bunga the Fed yang makin menguat sehingga berhasil menahan emas untuk pulih harganya lebih besar.

Sejak April hingga sebelumnya, harga emas sudah mengalami penurunan sebesar 11% yang juga dipengaruhi oleh kinerja dolar AS yang terus menguat, Dan tekanan suku bunga the Fed yang terus naik telah membuat emas terus terkoreksi. Pekan lalu untuk ketujuh kalinya the Fed menaikkan suku bunganya dari 2% menjadi 2,25%. Derita emas berlanjut ketika ketua the Fed Jerome Powell menyatakan bahwa kenaikan suku bunga selanjutnya bisa dilakukan karena kondisi ekonomi AS yang sangat kuat. Diperkirakan Desember akan ada kenaikan lagi.

Dan data ekonomi AS sempat membuat emas goyah, namun berkurangnya tekanan inflasi telah sempat membuat emas pulih. Namun tekanan kenaikan suku bunga serta keberhasilan perjanjian awal antara AS dengan Kanada, telah berhasil mendukung dolar untuk menguat sehingga emas kembali dalam ruang aksi ambil untungnya lagi. Kondisi anggaran keuangan Italia sempat memberikan ruang beli bagi emas karena investor khawatir dengan persoalan keuangan di zona euro bisa membawa persoalan keuangan.

Kondisi data tenaga kerja AS serta data jasanya sebelumnya mengalami kenaikan sehingga dukungan kenaikan suku bunga Fed makin nyata. Namun harga emas masih bertahan diatas level psikologis $1200 per troy ounce. Bahkan semalam sisi beli masih muncul meski data klaim pengangguran mingguan membaik. Pasar sedang merespon atau menantikan data tenaga kerja AS yang baru akan rilis akhir pekan ini dimana kesempatan beli sesaat sedang terjadi.

Hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $0,20 atau 0,02% di level $1203,10 per troy ounce. Sedangkan harga perak kontrak September di Comex ditutup melemah $0,05 atau 0,37% di level $14,62 per troy ounce.

Berbeda dengan negara lain, kinerja ekonomi AS sebelumnya, memang kadang menunjukkan kinerja yang lebih bagus meski ada perang dagang sehingga ruang kenaikan suku bunga the Fed memang sulit untuk dibendung lagi. Emas sebagai salah satu instrumen investasi pertahanan nilai aset selama masa ketidakpastian ekonomi sempat gagal berfungsi dengan semestinya, karena investor beralih langsung dengan mencari aset berlatar belakang dolar AS yang lebih menjanjikan.

Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street bisa ditutup negatif di mana bursa DowJones turun 0,75%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami pelemahannya sebesar 0,23% di level 95,524 Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas, yaitu data penjualan eceran Australia dan data tenaga kerja AS.
(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi