Harga Emas Melangkah Mundur Akibat Dari Kuatnya Dolar

0
111

JAVAFX – Harga emas melangkah mundur akibat kuatnya dolar pada perdagangan Senin kemarin dengan tampak ada sisi jual emas dengan munculnya keinginan akan naiknya lagi suku bunga the Fed.

Harga emas bergerak besar dan menguat berkat pergerakan mata uang global terhadap dolar AS dengan munculnya tarif baru dan berlanjut dengan aksi saling berbalas antara AS dengan China sehingga memunculkan aksi melepas dolar secara besar-besaran. Akan tetapi pada intinya bahwa emas selalu mengalami tekanan harga yang berupa perang dagang dan rencana kenaikan suku bunga the Fed yang makin menguat sehingga berhasil menahan emas untuk pulih harganya lebih besar.

Sejak April hingga saat ini, harga emas sering mengalami kondisi tekanan koreksi yang juga dipengaruhi oleh kinerja dolar AS yang terus menguat dimana tekanan suku bunga the Fed yang terus bertambah, telah membuat emas terus tertekan harganya. Fed meeting terakhir telah menaikkan suku bunganya sehingga derita emas berlanjut ketika ketua the Fed Jerome Powell menyatakan bahwa kenaikan suku bunga selanjutnya bisa dilakukan karena kondisi ekonomi AS yang sangat kuat.

Dan data ekonomi AS sempat membuat emas goyah, namun berkurangnya tekanan inflasi telah sempat membuat emas pulih. Situasi pasar saham AS yang sempat jatuh lagi telah membuat investor segera mencari alternatif investasi pengaman kembali. Dan kerjatuhan pasar saham semalam tidak bisa dimanfaatkan emas karena dolar ternyata lebih kokoh sehingga emas juga ikut tergerus penguatannya.

Pulihnya dolar ini sebagai bentuk keyakinan pasar bahwa suku bunga Fed memang masih akan naik. Disisi lain pasar China sendiri masih belum ada kegiatan yang bisa menambah kinerja ekonominya.

Hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $3,60 atau 0,29% di level $1225,10 per troy ounce. Sedangkan harga perak kontrak Desember di Comex ditutup melemah $0,06 atau 0,44% di level $14,59 per troy ounce.

Emas sebagai salah satu instrumen investasi pertahanan nilai aset selama masa ketidakpastian ekonomi sempat gagal berfungsi dengan semestinya, karena investor seringkali mencari aset berlatar belakang dolar AS yang lebih menjanjikan keutungannya. Kondisi pulihnya emas memang sedang dinantikan pasar, demi pulihnya rasa percaya pasar terhadap komoditas emas.

Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street bisa ditutup negatif di mana bursa DowJones turun 0,50%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami penguatannya sebesar 0,38% di level 95,990 Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas, yaitu data inflasi Jepang, sentimen konsumen zona euro dan Mark Carney berbicara.
(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi