Harga Emas Melemah Terimbas Krisis Turki

JAVAFX – Harga emas melemah terimbas krisis Turki pada perdagangan Jumat kemarin dengan gagal menciptakan situasi belinya lagi dengan masih munculnya bayang-bayang akan runtuhnya salah satu ekonomi di Eropa yang bisa membawa dampak buruk ke ekonomi dunia.

Rupanya perang tarif masih berlanjut di mana Presiden Trump menekan Turki dengan tarif baru baginimpor logam asal Negeri Presiden Reccip Tayyib Erdogan sehingga membuat pasar khawatir terhadap masa depan salah satu negara di Eropa tersebut bisa membawa petaka kegagalan sistem keuangan baru sehingga mata uang pasarnya bergejolak dengan aksi safe haven dolar yang sangat marak, sehingga emas sebagai salah satu bagian instrumen investasi ikut terimbas negatif.

Gold Trading

Pekan lalu penguatan harga emas sempat muncul setelah surplus perdagangan China tidak turun sebesar perkiraan pasar dan inflasi China yang membaik di saat kondisi perang tarif baru dimulai bulan lalu. Sinyal ini menandakan bahwa daya beli konsumen China sebagai pembeli emas terbesar didunia kemungkinan besar masih terjaga tinggi. Dan kesempatan beli emas juga karena pasar sedang mempertanyakan kinerja ekonomi AS di kuartal ini ketika perang tarif terjadi.

Namun sayang data inflasi konsumen AS naik lagi terbaik sejak September 2008 dengan diiringi klaim pengangguran mingguan membaik lagi di level terbaik dalam 50 tahun terakhir, membangkitkan kenangan bahwa rencana kenaikan suku bunga the Fed makin kuat jalannya.

Hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $0,90 atau 0,07% di level $1219,00 per troy ounce. Untuk perdagangan sepekan, harga emas mengalami penurunan sebesar 0,3%.
Sedangkan harga perak kontrak September di Comex ditutup melemah $0,17 atau 1,08% di level $15,30 per troy ounce.

Sebetulnya banyak pihak yang mulai menyangsikan bahwa ekonomi AS masih bisa bertahan dan berkembang rumor bahwasanya kenaikan suku bunga the Fed bisa ditunda kenaikannya karena lambannya pertumbuhan ekonomi yang disebabkan perang tarif yang tetap panas.

Akan tetapi penguatan emas kala itu memang masih terbatas karena masih khawatir dengan rencana kenaikan suku bunga the Fed tersebut. Pasca melihat dari hasil pandangan the Fed yang baru di mana bank sentral AS ini lebih optimis terhadap masa depan ekonominya sehingga suku bunga akan naik lagi di tahun ini, serta mendapat dukungan moril dari rasa optimis Trump tentang keberhasilannya dalam melakukan perang tarif, telah membuat harga emas terkoreksi kembali.

Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street bisa ditutup negatif di mana bursa DowJones turun 0,77%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami penguatannya sebesar 0,73% di level 96,352. Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas, yaitu tingkat pinjaman baru China.

(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi