Harga Emas Menguat di Saat Pasar Keuangan AS Libur

JAVAFX – Berita komoditas di hari Senin(15/1/2018), harga emas menguat di saat pasar keuangan AS libur memperingati Hari Martin Luther King Jr pada perdagangan sore hari ini dimana terdapat aksi beli lanjutan dan masih tetap bertahan di atas level psikologis $1300 per troy ounce serta diharapkan ada dorongan sentimen investor yang positif yang dibantu tetap melemahnya dolar AS.

Hal inilah yang membuat harga emas kontrak Februari di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex sementara menguat $7,40 atau 0,5% di level $1342,30 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak Maret di Comex ditutup menguat $0,22 atau 1,28% di level $17,36 per troy ounce.

Gold Trading

Kondisi penguatan emas kali ini seolah menggambarkan kondisi investor yang tidak takut terhadap munculnya beberapa data fundamental ekonomi AS yang dirilis sejak awal tahun ini dimana sebagian besar data ekonomi AS tersebut, hasilnya banyak yang tidak sesuai dengan harapan investor sehingga kenaikan suku bunga the Fed memang masih dipertanyakan kesungguhannya.

Data-data ekonomi AS di akhir pekan lalu seperti data inflasi konsumen dan data penjualan ecerannya mengalami saat-saat yang membaik. Seperti inflasi inti tahunan AS sekarang sudah 1,8% naik dari 1,7% di periode sebelumnya, sedangkan penjualan ecerannya terbaik sejak resesi besar 1933. Namun semuanya tidak menyurutkan langkah emas untuk terus melanjutkan penguatannya.

Penguatan emas sendiri lebih banyak didukung oleh rencana kerja bank sentral Uni Eropa yang tertuang dalam notulen rapat suku bunga pekan lalu yang sepertinya akan segera mengurangi paket stimulus ekonomi Eropa lebih cepat dari jadwal sebenarnya di September nanti. ECB diperkirakan akan mengakhiri paket stimulus €30 milyar per bulannya pada kuartal ini, sehingga hal ini membuat dolar AS mengalami tekanan oleh euro dan membuat harga emas terlihat lebih murah serta membuat sisi beli emas terus berlanjut semalam.

Pelemahan dolar AS sendiri disebabkan beberapa bank sentral seperti ECB diatas, di mana mereka ingin menaikkan suku bunganya juga sehingga sentimen negatif dolar AS terus bermunculan akhir-akhir ini. Sebetulnya kenaikan emas juga masih terbatas karena masalah kenaikan suku bunga Kanada dan Inggris yang diperkirakan bisa terjadi dalam waktu dekat tentu membuat selera beli emas sangat terbatas akhir-akhir ini. Mendengar kenaikan suku bunga atau penurunan paket stimulus, maka ini bukan berita bagus bagi emas.

Selain itu jelang Lunar Year atau Tahun Baru China, didukung pula oleh data ekonomi China yang membaik, maka kemampuan belanja China diperkirakan akan mengalami kenaikan yang pesat sehingga sisi beli emas masih bisa terjaga hingga perayaan tersebut berlangsung. Persoalan Iran tentu sedikit banyak memberi dukungan kepada safe haven emas.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, BBC
Sumber gambar: BBC