Harga Emas Menguat Tipis

0
181

JAVAFX – Berita komoditas di hari Jumat(22/12/2017), harga emas menguat tipis pasca lolosnya UU pajak pada perdagangannya sore hari ini dan masih berusaha untuk mendekati lagi level psikologisnya $1300 per troy ounce, dengan tetap di dekat area tertinggi 2 pekannya setelah UU pajak AS lolos kemarin pagi.

Hal inilah yang sedikit banyak membuat harga emas kontrak Februari di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex sementara menguat $0,50 atau 0,04% di level $1271,10 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak Maret di Comex ditutup menguat $0,01 atau 0,04% di level $16,25 per troy ounce.

Setelah suku bunga the Fed mengalami kenaikan di pekan lalu, emas terus berusaha mengembalikan sisi beli yang lebih besar dalam beberapa hari perdagangan ini dimana penguatan emas sepanjang tahun sudah lebih dari 10% meskipun ada 3 kali kenaikan suku bunga the Fed. Namun masih turun sekitar 7% dari level tertingginya di tahun ini $1360 per troy ounce.

Keputusan dari House of Representative dan Senat AS kemarin dimana RUU pajak bisa diloloskan sebagai UU pajak yang baru, membuat investor untuk terus menambah portfolio emasnya karena mereka melihat bahwa investasi berbasis dolar AS masih mempunyai resiko yang besar dengan adanya pemotongan pajak tersebut.

Situasi pembahasan reformasi pajak AS di beberapa pekan perdagangan lalu memang sangat menguras tenaga dan pikiran investor, namun semakin lama investor semakin sadar bahwa revisi pajak tersebut merupakan kegiatan yang kurang lazim ketika kondisi ekonomi AS sedang membaik. Hal ini banyak dipertanyakan investor dimana sisi defisit anggaran akan melebar $1,5 trilyun per tahunnya di kala ekonomi sedang membaik dan hal ini tentu membebani postur belanja dari Trump. Padahal kita ketahui plafon kekurangan anggaran kerja Trump terus dinaikkan oleh parlemen, namun dengan tambahan pemotongan pajak tersebut maka biaya hutang pemerintah makin berat dan ini tidak bagus bagi kemampuan kinerja ekonominya.

Di sisi lain dengan reformasi pajak memang membuat pertumbuhan bisa merangkak naik sehingga inflasi mengalami kenaikan pula dan hal ini membuat bank sentral AS secara tidak langsung dipaksa untuk menaikkan suku bunganya secara ekspansif dan tidak terjadwal. Mendengar kenaikan suku bunga the Fed tentu membuat emas terkulai.

Data PDB AS semalam dinyatakan turun dibanding periode sebelumnya, sedangkan data klaim pengangguran mingguan ternyata lebih buruk dibanding pekan lalu, sehingga sisi beli emas masih tampak semalam. Dan hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas adalah data transaksi berjalan dan GDP Inggris serta data-data dari AS seperti core PCE, durable goods orders, sentimen Michigan dan penjualan rumah baru.

Masalah Timur Tengah sedikit reda setelah 120 negara di dunia menolak keinginan Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sedangkan bursa Moskwa di tahun depan akan meluncurkan produk berjangka emas yang baru untuk mendukung likuiditas pasar emas.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, BBC
Sumber gambar: BBC