Harga Emas Sepertinya Dalam Ruang Aksi Ambil Untungnya

0
203

JAVAFX – Analisa fundamental di hari Jumat(22/12/2017), harga emas sepertinya dalam ruang aksi ambil untungnya pada perdagangan hari ini dengan mengharapkan bahwa data-data ekonomi AS bisa membaik lagi dan membuat emas terkoreksi.

Seperti kita ketahui bahwa pasar di perdagangan kemarin, kondisi greenback alami tekanan dari emas, sehingga hal ini mengakibatkan harga emas kontrak Februari di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $0,70 atau 0,06% di level $1270,30 per troy ounce.

RUU pajak sudah lolos dari parlemen AS dan menunggu pengesahan dari Trump yang ditandatangani mungkin hari ini waktu setempat atau esok dini hari. Reformasi pajak AS sudah membuat dunia perdagangan berkecamuk, ada yang melihat bahwa reformasi pajak merupakan anugerah bagi ekonomi AS, ada juga pihak yang melihat reformasi pajak ini merupakan jembatan pembuka tabir bagi jenis resesi ekonomi model baru.

Biaya pajak ini mencapai $1,5 trilyun dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun defisit tersebut, besar memang biayanya bagi AS yang terus menghadapi penambahan plafon hutang anggaran pemerintah sejak Trump jadi presiden awal tahun ini. Sisi tersebut memang tidak akan membuat kinerja dolar AS membaik dan bisa membuat emas dalam tekanan.

Di sisi lain memang bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi AS dimana belanja investasi dan belanja konsumen dalam negeri bisa menguat disertai dengan masuknya dana repatriasi milik perusahaan-perusahaan besar AS, sehingga bisa membuat inflasi yang meningkat. Maka bank sentral AS justru mengalami tekanan untuk terus meningkatkan suku bunganya. Diperkirakan bahwa reformasi pajak ini bisa membuat the Fed di 2018 menaikkan suku bunganya 4 kali. Mendengar kata kenaikan suku bunga berarti emas harus melemah.

Persoalan utama ada di dana repatriasi, karena biasanya para pengusaha sangat sulit menarik kembali dana di luar negeri tersebut sehingga dari sisi pihak ekonomi AS tidak diuntungkan dengan tidak adanya dana-dana segar perusahaan-perusahaan AS tersebut sehingga arus modal investasi juga akan terbatas. Memang salah satu tujuan utama Trump dalam mengusulkan reformasi pajak tersebut adalah dana repatriasi.

Fundamental ekonomi AS hari ini menjadi penggerak pasar meskipun kebiasaan perdagangan jelang libur Natal, pasar akan menyikapi dengan suasana dingin. Data core PCE yang merupakan data idaman the Fed sebagai dasar dari pengukur laju inflasi akan rilis. Begitu pula data pesanan barang tahan lama yang mewakili sisi pertumbuhan ekonomi AS, kemudian ada data penjualan rumah baru AS dan data sentimen Michigan.

Bila data-data inflasi dan PDB tersebut diatas membaik, maka akhir pekan perdagangan ini akan ditutup dengan pelemahan bagi emas.

Sumber berita: Reuters, MarketWatch, Investing, Bloomberg
Sumber gambar: Bloomberg