Harga Emas Tertahan Kenaikannya Jelang Data Tenaga Kerja ADP

0
89

JAVAFX – Berita komoditas di hari Rabu(2/8/2017), harga emas tertahan kenaikannya jelang data tenaga kerja ADP yang akan rilis nanti malam. 

Situasi safe haven emas sendiri sudah menghilang di hari ini seiring sudah mulai sirnanya ketegangan di Korea Utara pasca ujicoba senjata rudal balistik Korea Utara akhir pekan lalu dan melintasnya 2 bomber nuklir AS di sepanjang Semenanjung Korea.

Pekan lalu, setidaknya emas menguat tajam yang terdorong dengan rencana the Fed yang akan mengurangi defisit neracanya dengan cara mulai mengurangi kepemilikan surat hutangnya dan kemungkinan besar masih memikirkan inflasi yang tetap rendah sehingga diperkirakan tahun ini suku bunga the Fed tidak akan dinaikkan lagi.

Faktor menantikan data ISM dan core PCE AS nanti malam membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak melemah $6,60 atau 0,52% di level $1266,70 per troy ounce.

Untuk harga perak kontrak September di Comex untuk sementara bergerak melemah $0,10 atau 0,62% di level $16,66 per troy ounce.

Pergerakan negatif dari logam mulia ini merupakan bentuk aksi ambil untung lanjutan sebagai dampak kekhawatiran dari investor emas setelah pergerakan sebelumnya yang tertahan penguatannya akibat konflik politik AS dan ketatnya data situasi tenaga kerja AS yang akan rilis hari ini dan Jumat nanti, sehingga membuat investor bimbang apakah emas bisa segera mendekati level psikologis $1290an hingga akhir pekan ini?

Faktor meredupnya akselerasi ekonomi AS khususnya inflasi membuat fokus kerja the Fed berubah dan mengharuskan the Fed menjual beberapa surat hutangnya untuk memperbaiki defisit neracanya.

Rencananya mulai September the Fed akan mulai menjual $10 milyar surat hutangnya perbulannya, dan selanjutnya per 3 bulan akan menjual $50 t-Bills nya.

Fokus ke neraca bisa diartikan bahwa suku bunga untuk sementara dipinggirkan niatannya. Pasar membaca bahwa suku bunga the Fed paling cepat akan naik di akhir tahun ini dan itupun masih menjadi tanda tanya besar karena perkembangan suku bunga the Fed yang akan naik di akhir tahun ini kurang dari 40% untuk kesempatan naik, sehingga dimungkinkan bahwa Fed fund rate di tahun ini tidak berubah.

Seperti kita ketahui bila investor mendengarkan kata kenaikan suku bunga, khususnya suku bunga the Fed, maka itu berarti kabar buruk bagi harga emas, karena investasi emas akan mengalami situasi yang kurang begitu menguntungkan untuk jangka pendek dibandingkan investasi di pasar uang semisal investasi obligasi atau surat hutang.

Beberapa data ekonomi dari Jepang dan Australia yang membaik tadi pagi, belum juga berhasil mendongkrak lagi harga emas, karena nampak faktor akan ketatnya tenaga kerja AS masih terus mengganggu rasa positif tersebut.

Selain itu, rasa suram di emas bisa muncul bila memang India akan mengurangi impor emasnya di semester kedua tahun ini.

Emas sendiri sedang ragu dengan akan rilisnya data ADP Payroll AS dimana data ini bisa mewakili pertumbuhan ekonomi sekaligus inflasi AS, jikalau membaik maka emas bisa mengalami koreksi di malam nanti.

 

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg
Sumber gambar: The Telegraph