Harga Emas Terus Tunjukkan Keperkasaannya

JAVAFX – Harga emas terus tunjukkan keperkasaannya pada perdagangan awal pekan kemarin di mana potensi ketegangan perang dagang AS dengan China yang mulai memuncak, membuat investor segera mencari tempat pengaman sesaat bagi investasinya.

Faktor liburnya pasar Eropa tentu telah menyita perhatian investor di Asia dan AS, di mana mereka begitu mampu menggerakkan pasar secara signifikan di kala kondisi perdagangan awal pekan, awal bulan serta awal kuartal kedua tahun ini, sehingga pergerakan banyak terjadi dengan dukungan adanya perang dagang yang terus berkobar antara China dengan AS.

Gold Trading

Alhasil hal ini membuat harga emas kontrak Juni di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $18,10 atau 1,36% di level $1345,40 per troy ounce. Sedangkan harga perak kontrak Mei di Comex ditutup menguat $0,32 atau 1,98% di level $16,59 per troy ounce.

Harga emas mengalami kenaikan yang besar di kala Presiden Trump menandatangani paket deregulasi fiskal yang baru, berupa pembatasan impor dari China yang bisa mencapai nilainya $50 milyar hingga $60 milyar per tahunnya. Presiden Trump semalam juga menegaskan bahwa sasaran yang akan dibidiknya adalah produk-produk China yang berbasis tehnologi karena menurut Trump bahwa China telah banyak melanggar hak kekayaan intelektual atau hak cipta AS.

Sebelumnya, secara diam-diam pihak AS dan China sedang duduk untuk berunding memberi akses yang lebih banyak bagi produk-produk AS seperti kemudahan tarif bagi masuknya produk mobil AS dan pembelian produk semikonduktor oleh China serta akses fasilitas perbankan AS yang lebih luas ke China. Rupanya tekanan Trump itu merupakan taktik untuk membawa China ke meja perundingan yang lebih menguntungkan bagi AS.

Tapi hal itu tidak membuat pihak Beijing tidak bergeming, di mana mereka telah memulai untuk memberikan tarif tambahan terhadap kurang lebih 128 produk dari AS dengan nilai sekitar $3 milyar per tahunnya. Produk-produk yang disasar Beijing adalah daging babi, kacang-kacangan dan buah, di mana produk impor babi terkena tarif 25% dan buah terkena tarif 15%. Lebih dari setengah konsumsi nasional untuk produk babi China didatangkan dari Iowa dan Milwauke AS.

Dukungan kenaikan emas juga datang dari memburuknya data aktivitas manufaktur ISM AS semalam, di mana untuk pertama kalinya sejak tahun lalu, kondisi aktivitas manufaktur AS mengalami masa kontraksi alias penurunan aktivitas. Kondisi ini tentu akan membawa dampak berkurangnya dukungan bagi kenaikan suku bunga the Fed.

Untuk perdagangan di bursa saham Wall Street mengalami pelemahannya di mana bursa Dow turun 1,90%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami pelemahannya sebesar 0,1% di level 90,036. Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas adalah penentuan suku bunga Australia, penjualan eceran Jerman, data manufaktur Inggris dan zona euro.
Penulis: Adhi Gunadhi
Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch, BBC
Sumber gambar: Reuters