Harga Emas Tetap Didukung Oleh Spekulasi Penurunan Suku Bunga Fed

0
48

Harga emas masih menarik pasar pada perdagangan hari pertama tahun 2024 ini dan mempertahankan momentum kenaikannya hingga awal perdagangan sesi Eropa. Logam mulia saat ini diperdagangkan di sekitar area 2.075, naik lebih dari 0,50% untuk hari ini, yang masih didukung oleh meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mulai memangkas suku bunga, paling cepat pada bulan Maret, bersama dengan risiko geopolitik dan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi yang rapuh di China.

Meski begitu, penguatan dolar AS yang moderat, didukung oleh kenaikan lebih lanjut pada imbal hasil obligasi AS, membuat harga Emas tertahan di bawah level tertinggi beberapa minggu yang disentuh pada hari Kamis lalu.  Para pelaku pasar juga tampak enggan memasang posisi agresif dan lebih memilih untuk menunggu rilis notulen rapat FOMC pada hari Rabu. Berbagai rilis data ekonomi utama AS juga akan mewarnai pasar di sepanjang minggu ini, termasuk laporan Nonfarm-Payrolls (NFP) pada hari Jumat, yang akan mempengaruhi dolar AS dan memengaruhi perdagangan emas.

Emas terus mempertahankan kenaikan saat ini meskipun imbal hasil obligasi AS kembali mencapai angka 3.94% yang menopang kenaikan ringan dolar AS setelah mencatat kenaikan tahunan sebesar 13% pada tahun 2023. Pencapaian ini menandai tahun terbaiknya sejak 2020, dan tampaknya siap untuk memperpanjang tren kenaikan signifikan.

Harapan bahwa Federal Reserve akan mencapai target stabilitas ekonomi tanpa mengorbankan sektor apa pun, atau yang dikenal dengan ‘Soft Landing’ pada tahun 2024 dan melonggarkan kebijakannya pada awal Maret terus mendukung kenaikan logam mulia. FedWatch CME menunjukkan peluang lebih dari 85% bahwa Fed akan melakukan penurunan suku bunga pada Maret dan penurunan suku bunga kumulatif sebesar 150 basis poin (bps) pada akhir tahun.

Tidak hanya sampai di situ, safe-haven logam mulia ini juga mendapat dukungan tambahan dari risiko eskalasi geopolitik di Ukraina dan di Timur Tengah, dan carut-marut ekonomi Tiongkok. Pasukan AS menyerang balik kelompok Houthi yang didukung Iran di Laut Merah sebagai tanggapan atas serangkaian serangan terhadap beberapa kapal militer dan komersial di wilayah tersebut.

Sementara itu, data PMI resmi Tiongkok yang dirilis pada akhir pekan mengindikasikan penurunan lebih lanjut aktivitas manufaktur negeri tirai bambu tersebut dan sedikit tanda-tanda pemulihan pada akhir 2023. Survei sektor swasta Tiongkok menunjukkan pada hari Selasa bahwa aktivitas pabrik China berkembang pada laju yang lebih cepat pada bulan Desember tetapi kepercayaan bisnis untuk tahun 2024 masih lemah.

Dolar AS melanjutkan pemulihannya dari level terendah lima bulan mengikuti kembali menguatnya imbal hasil obligasi AS dan mungkin membatasi kenaikan lebih lanjut emas, setidaknya untuk hari ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun pulih lebih jauh dari level terendah sejak Juli yang disentuh minggu lalu dan menopang dolar, dan saat ini berada di 3.94%.