Harga Emas Tetap Menguat

0
87

JAVAFX – Berita komoditas di hari Selasa(10/10/2017), harga emas tetap menguat pada perdagangan sore ini disaat geopolitik Korea memanas lagi serta peningkatan permintaan impor emas di India jelang festival besar minggu depan.

Permintaan emas India yang meningkat memang biasa terjadi bilamana festival Dewali yang akan diselenggarakan di minggu depan ini. Hal ini menyangkut budaya sebuah negara khsususnya India yang merupakan negara terbesar ke 2 didunia untuk konsumsi emas. Dewali merupakan festival menghidupkan lilin seminggu penuh dengan dasar lilin harus menggunakan nampan emas.

Hal inilah yang membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak menguat $5,80 atau 0,45% di level $1290,80 pertroy ounce. Untuk harga perak kontrak Desember di Comex untuk sementara bergerak menguat $0,14 atau 0,85% di level $17,11 pertroy ounce.

Investor sejauh ini pula, melihat pergerakan harga emas bergerak menjauhi area harga 2 bulan terendahnya atau sejak Agustus lalu serta sepertinya akan kembali menguji harga keatasnya untuk mendekati level psikologisnya di $1300 pertroy ounce. Harapannya kenaikan emas yang lebih besar ketika pekan ini paparan the Fed dan inflasi AS tidak menggembirakan dolar AS.

Keengganan pasar emas untuk naik mengoleksi emas lebih besar akibat dari masih tingginya potensi kenaikan suku bunga the Fed dimana terakhir masih berada dikisaran 90%. Pernyataan Janet Yellen dan hasil Fed meeting serta akan adanya reformasi pajak AS, merupakan rentetan bagi emas untuk tahu diri bahwa akan mengalah untuk dilemahkan oleh dolar AS sementara waktu.

Penguatan emas kali ini memang muncul ketika situasi geopolitik yang berkaitan dengan AS kembali memanas. Pyongyang menyatakan bahwa Presiden Kim Jong-un telah menyiapkan rudal berhulu ledak nuklir dan mempunyai jangkauan yang lebih jauh yaitu ingin melesak hingga daratan AS.

Hal ini merupakan jawaban dari Kim setelah Presiden Trump menyatakan dengan isyarat tersembunyi yang intinya bahwa AS akan menggelar pasukannya menggebuk Korea Utara dalam waktu dekat. Namun reaksi Kim tersebut muncul juga karena ambisi Kim yang ingin membuat rudal nuklir demi menjaga kewibaannya dan kedaulatan negaranya serta ingin menjangkau AS dengan sekali tembak saja.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, BBC
Sumber gambar: BBC