Harga Minyak Berusaha Positif

JAVAFX – Harga minyak berusaha positif di perdagangan malam ini dimana unsur buyback sejenak kembali muncul setelah di perdagangan sebelumnya harga minyak mengalami penurunan hampir 4%.
Namun pergerakan lebih lanjut untuk koreksi atau penurunan minyak memang tidak terjadi terlalu dalam karena investor masih menunggu data-data pasokan atau persediaan bulanan dari minyak dunia yang akan dirilis pada hari ini oleh EIA dan IEA.

Sebetulnya masih menjadi latar belakang perjalanan harga minyak dunia sejauh ini, dimana belum adanya pemecahan masalah antara produksi minyak AS dengan pemangkasan produksi minyak OPEC, yang menurut kami kondisi ini bisa berlanjut hingga OPEC dan 10 negara produsen minyak non-OPEC untuk mengevaluasi kembali komitmen pemangkasan produksi minyak pada pertemuan di 30 November nanti.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Juli di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak melemah $0,23 atau 0,51% di level $44,50 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Agustus di pasar ICE Futures London untuk sementara melemah $0,14 atau 0,30% di harga $46,86 per barel.

Harga minyak tetap diperdagangkan negatif hingga sore ini, setelah tadi pagi Energy Information Administration menyatakan bahwa persediaan minyak pemerintah AS mengalami penurunan yaitu sebesar 1,66 juta barel di akhir pekan lalu. Tetapi EIA juga menyatakan bahwa persediaan bensin atau BBM pekan lalu masih cukup tinggi yaitu sekitar 2,1 juta barel dan persediaan minyak destilasi atau minyak suling naik 300 ribu barel.

Tingginya persediaan BBM ini disebabkan penjualan bensin konsumen AS telah mengalami penurunan dalam 4 minggu secara berturut-turut karena musim berkendara atau libur panjang sudah tidak ada. Perdagangan semalam juga mencatat bahwa harga minyak sedang berada di level terendah sejak 7 bulan lalu.

EIA juga menyatakan bahwa di tahun ini diperkirakan produksi domestik akan tumbuh 460 ribu barel perhari dibandingkan perkiraan sebelumnya yang menurun 800 ribu barel perhari. OPEC sendiri memperkirakan produksi minyak AS tahun diperkirakan akan tumbuh 800 ribu barel perhari.

International Energy Agency dalam laporan bulanannya menyatakan bahwa produksi minyak OPEC yang dipangkas tetap akan diimbangi oleh peningkatan produksi minyak AS, sehingga IEA memberi peringatan bahwa harga minyak akan tetap rendah hingga tahun depan karena dunia masih kelebihan pasokan.

American Petroleum Institute atau API di Rabu pagi juga menyatakan bahwa persediaan minyak pemerintah AS mengalami kenaikan sebesar 2,753 juta barel hingga 9 Juni lalu menjadi 511, 4 juta barel, meningkat dibanding perkiraan sebelumnya yang turun 2,7 juta barel.

Sampai saat ini harga minyak masih susah untuk bangkit kembali setelah OPEC dalam laporan bulanannya menyatakan bahwa produksi minyak semua anggotanya di bulan lalu mengalami kenaikan 336 ribu barel perhari menjadi 32,14 juta barel perhari, dimana terjadi peningkatan produksi dari Libya, Nigeria dan Iraq.

Sumber berita: Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters
Sumber gambar: Reuters

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.