Harga Minyak Ditopang Ekspektasi Pemulihan Ekonomi Dan Persediaan

Harga minyak naik di tengah ekspektasi pemulihan ekonomi global setelah Senat AS menyetujui RUU stimulus senilai $1,9 triliun. Penurunan ini juga kemungkinan terjadi atas berkurangnya persediaan minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen bahan bakar terbesar di dunia.

Namun, kenaikan harga minyak tertahan oleh penguatan dolar dan meredany. Selain itu, kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi, pengekspor terbesar dunia, pasca serangan fasilitas ekspor turut membatasi kenaikan harga.

Harga minyak Brent untuk kontrak berjangka Mei naik 53 sen, atau 0,8% menjadi $68,77 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak berjangka April naik 44 sen atau 0,7% menjadi $65,49.

Harga minyak Brent sempat di atas $70 per barel pada perdagangan sesi Senin. Kenaikan yang disebabkan oleh serangan drone dan rudal pasukan Houthi Yaman di jantung industri minyak Saudi. Serangan tersebut juga termasuk pada fasilitas Saudi Aramco di Ras Tanura yang penting untuk ekspor minyak bumi.

Riyadh mengatakan tidak ada korban atau kerugian properti dan harga berakhir lebih rendah.

Namun, Amerika Serikat menyatakan kekhawatirannya atas “ancaman keamanan sebenarnya” ke Arab Saudi dari Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman. Seraya mengatakan akan melihat peningkatan dukungan untuk pertahanan Saudi.

Serangan itu terjadi setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan sekutu penghasil minyak  sepakat pekan lalu masih mempertahankan kebijakan pengurangan produksi meskipun harga minyak mentah naik.

Sementara saat ini, fokus investor masih pada prospek pemulihan ekonomi global.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada hari Senin bahwa paket bantuan virus korona senilai $1,9 triliun dari Presiden Joe Biden akan memberikan sumber yang cukup untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang “sangat kuat”. DPR masih harus mengesahkan paket versi Senat untuk menjadi undang-undang.

Stok minyak mentah dan produk olahan AS kemungkinan turun minggu lalu, dengan persediaan sulingan terlihat turun untuk minggu kelima berturut-turut, jajak pendapat Reuters awal menunjukkan pada hari Senin.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Tak Didukung Partai Republik, Biden Tetap Dorong Rencana Infrastruktur

Menteri Energi AS Jennifer Granholm hari Minggu (4/4) mengatakan jika tidak dapat meraih kesepakatan bipartisan, Presiden Amerika akan tetap mendorong rencana infrastruktur bernilai dua...

Trump akan bantu Republik menangi kursi Kongres 2022

Mantan Presiden AS Donald Trump berusaha memosisikan dirinya sebagai dalang Partai Republik pada Sabtu (10/4), seraya mengatakan kepada para penyumbang partai bahwa dia akan...

Biden Ingin Naikkan Pajak Perusahaan AS untuk Biayai Rencana Infrastruktur

Presiden AS Joe Biden ingin menaikkan tarif pajak penghasilan perusahaan untuk membantu membiayai anggaran infrastruktur senilai $2,3 triliun yang diusulkannya, tetapi puluhan perusahaan terbesar...

Tunisia beri lampu hijau vaksin COVID Johnson & Johnson

Otoritas Tunisia pada Kamis memberikan lampu hijau untuk vaksin COVID-19 Johnson & Johnson, demikian Menteri Kesehatan Faouzi Mehdi. Negara Afrika Utara itu juga akan menerima...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502