Harga Minyak Kembali Menguat Meski Pasokan AS Berlimpah

0
77

JAVAFX – Harga minyak kembali menguat meski pasokan AS berlimpah pada perdagangan minyak siang hari jelang sore ini dimana kondisi ini terjadi ketika pasokan minyak dunia yang akan terjadi kekurangan karena sanksi Iran.

Di dalam pernyataannya pada sidang PBB, Presiden Trump menyatakan bahwa OPEC telah memainkan perannya sebagai pengatur harga dan mengirim harga ke level yang lebih mahal. Trump gagal mendesak OPEC untuk menaikkan pasokan minyaknya jelang sanksi Iran berlaku awal bulan depan. Setidaknya 3% pasokan minyak dunia akan hilang disebabkan oleh sanksi tersebut. Dan Oman sendiri juga belum mau membantu untuk menaikkan produksinya juga.

Sejak tahun lalu, OPEC dan Rusia telah membatasi pasokan minyaknya 32,5 juta bph sehingga harga minyak berhasil naik lagi dari level $25 per barel menjadi 80an sekarang ini. Dan Trump juga membuat sanksi baru kepada Iran sehingga pasokan minyak dunia akan mengalami kekurangan. Diberitakan bahwa India sudah akan menghentikan pembelian minyaknya dari Iran sehingga pasokan akan berlimpah.

Para peserta OPEC meeting berdalih bahwa sebaiknya Trump tidak bersuara kembali agar harga minyak tidak naik. Tingginya harga minyak selain karena pembatasan produksi minyak OPEC, kondisi sanksi minyak Iran telah membuat beberapa negara juga sedang kebingungan mencari pasokan baru. Arab Saudi dan Rusia sendiri masih belum mampu meningkatkan besaran produksinya secara cepat untuk menutup kekurangan pasokan minyak Iran. Sampai saat ini, beberapa negara OPEC lainnya masih belum ada keinginan menaikkan produksinya.

Di sisi lain, pasokan minyak AS sedang meninggi di mana persediaan minyak di pekan lalu naik sebesar 1,85 juta barel dan mampu memproduksi minyak sebesar 11,1 juta bph, sebuah rekor produksi yang terbesar lagi bagi AS.

Hal ini telah membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak September di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara menguat $0,83 atau 1,16% di level $72,40 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak Oktober di pasar ICE Futures London untuk sementara menguat $0,77 atau 0,95% di harga $82,11 per barel.

Namun kondisi perang tarif masih mengganggu pergerakan minyak. Perang dagang akan membawa konsekuensi akan turunnya pertumbuhan sebuah negara sehingga permintaan akan minyak juga dapat dipastikan mengalami penurunan.
(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi