Harga Minyak Melemah Sejenak

0
329

JAVAFX – Berita komoditas di hari Rabu(24/1/2018), harga minyak melemah sejenak pada perdagangan sore hari ini dimana ada unsur aksi ambil untung yang terjadi karena API tadi menyatakan persediaan minyak AS mengalami kenaikan sehingga investor khawatir data EIA juga akan mengalami kenaikan.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Januari di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara melemah $0,07 atau 0,11% di level $64,40 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Januari di pasar ICE Futures London sementara sedang melemah $0,28 atau 0,40% di harga $69,68 per barel.

Pasar juga menantikan data persediaan minyak mentah AS, dengan awal yang mengejutkan dari API yang merilis tadi pagi bahwa persediaan minyak mentah AS tengah naik sebesar 4,755 juta barel. Sedangkan persediaan bensin juga naik sebesar 4,117 juta barel. Untuk persediaan minyak solar dan minyak pemanas turun sebesar 1,280 juta bph. Pasar menantikan data persediaan minyak mentah AS versi pemerintah yang akan dirilis EIA nanti malam di mana kadang kedua versi data tersebut bisa sama hasilnya, kadang pula berlawanan.

IMF dalam pertemuan di Forum Ekonomi Dunia di Davos Swiss tadi pagi menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2018 dan 2019 mengalami kenaikan 0,2% menjadi 3,9% berkat adanya dorongan pemotongan pajak AS akhir tahun lalu. Naiknya pertumbuhan global ini tentu membuat kebutuhan alias permintaan terhadap energi atau minyak akan naik karena produktivitas akan mengalami peningkatan.

Harga minyak berhasil menjaga sisi penguatannya juga di bantu oleh pernyataan dark Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih serta Menteri Energi Rusia Alexander Novak, bahwa OPEC dan Rusia masih belum memikirkan untuk segera mengakhiri komitmen pembatasan produksi minyak 1,8 juta bph akan diakhiri pada Desember 2018 ini. Al-Falih dan Novak berharap bahwa setelah akhir Desember 2018, pihak OPEC sebaiknya terus bekerja sama dengan Rusia dan 11 negara produsen minyak lainnya untuk tetap menjaga pasokan minyak dengan stabil.

Al-Falih dan Novak juga menyatakan bahwa keseimbangan pasokan minyak masih jauh dari harapan yang diinginkan, sehingga dirinya memperkirakan setidaknya keseimbangan tersebut bisa dilihat setelah 2019 nanti. Artinya butuh waktu yang panjang komitmen pembatasan produksi minyak tersebut baru dikatakan berhasil mengatasi masalah kelebihan pasokan.

Produksi minyak Venezuela tahun kemarin turun menjadi 2 juta bph atau di bawah perkiraan sebelumnya yang menjadi 2,5 juta bph. Beberapa pihak menyatakan bahwa produksi minyak Venezuela di tahun ini bisa lebih menurun, sehingga kegiatan produksi di AS yang terus naik bisa diimbangi oleh pasokan Venezuela yang memnag sedang menurun.

Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch, CNBC
Sumber gambar: Reuters