Harga Minyak Mentah Kembali Dipengaruhi Kasus Covid India

Harga minyak mentah turun pada hari Senin imbas gelombang kedua epidemi virus korona yang dahsyat di India. Sehingga, optimisme pemulihan permintaan minyak di India menjadi buyar. Ini mengimbangi optimisme pulihnya permintaan di negara-negara maju dan China pada paruh kedua tahun ini.

Minyak mentah berjangka Brent untuk Juli turun 15 sen, atau 0,2% menjadi $66,61 per barel. Sementara, US West Texas Intermediate untuk Juni berada di $63,48 per barel, turun 10 sen, atau 0,2%.

Pembatasan tingkat negara bagian guna membendung penyebaran infeksi di India telah menyebabkan penurunan penjualan bahan bakar di negara tersebut, konsumen terbesar ketiga dunia, pada bulan April, data awal menunjukkan. Analis memperkirakan permintaan bahan bakar transportasi India mengalami penurunan tajam pada Mei karena lebih banyak pembatasan.

Pada hari Minggu, badan industri terkemuka India mendesak pihak berwenang untuk membatasi aktivitas ekonomi. Desakan itu cukup beralasa, mengingat sistem perawatan kesehatan India kewalahan mengatasi infeksi yang menyebar.

Di sisi pasokan, Organisasi Negara Pengekspor Minyak memproduksi 25,17 juta barel per hari pada April, naik 100.000 barel dari Maret, karena Iran dan produsen lain meningkatkan produksi. Produksi OPEC telah meningkat setiap bulan sejak Juni 2020 kecuali Februari.

Sementara itu, pemerintah Iran dan Amerika Serikat tengah membahas untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang dapat mengarah pada pencabutan sanksi AS yang akan memungkinkan Iran untuk meningkatkan ekspor minyak. Namun, Washington pada hari Minggu membantah laporan oleh televisi pemerintah Iran bahwa musuh bebuyutan telah mencapai kesepakatan pertukaran tahanan dengan imbalan pembebasan $7 miliar dari pendapatan minyak Iran yang dibekukan oleh sanksi AS di negara lain.

Di Amerika Serikat, terjadi kenaikan jumlah rig bulanan kesembilan berturut-turut, setelah perusahaan energi menambahkan rig minyak dan gas alam minggu lalu. Penambahan rig ini karena pemulihan harga menarik beberapa pengebor kembali ke sumur pengeboran, menurut Baker Hughes.

Namun, produksi minyak mentah AS turun lebih dari satu juta barel per hari pada bulan Februari, ke level terendah sejak Oktober 2017, menurut laporan bulanan pemerintah pada hari Jumat.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Biden yakin konflik Israel-Palestina segera berakhir

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pada Rabu (12/5) menyampaikan harapannya agar rentetan kekerasan antara Israel dan Palestina akan segera berakhir. Harapan itu ia nyatakan setelah...

Biden Dorong Rencana Pemulihan Ekonomi untuk Atasi Lambatnya Pertumbuhan Kerja

Presiden Amerika Joe Biden akan bertemu dengan para anggota Senat minggu ini untuk mencari kesamaan dalam rencana pemulihan ekonominya, yang mencakup pengeluaran untuk infrastruktur,...

Iran Siap Kerja Sama Dengan IAEA, Harga Minyak Makin Kuat

JAVAFX - Presiden Iran mengatakan bangsa mereka mungkin mempertimbangkan untuk memperluas kerjasama dengan the International Atomic Energy Agency (Badan Energi Atom Internasional ) untuk...

Bursa Eropa Di Buka Memerah Ikuti Wall Street

Bursa Eropa di buka memerah juga mengikuti memerahnya bursa Asia dan Wall Street. Memerahnya bursa Wall Street karena ancaman meningkatnya inflasi yang membuat terjadinya...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502