Harga minyak naik, dipicu penurunan cadangan AS

Harga minyak mentah di pasar komoditas pada Rabu (25/8/2021) waktu New York atau Kamis pagi WIB, naik setelah data menunjukkan adanya penurunan cadangan minyak Amerika Serikat (AS).

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, naik 82 sen dolar menjadi 68,36 dolar AS per barel di bursa New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Oktober naik 1,2 dolar AS dan ditutup pada 72,25 dolar AS per barelnya di London ICE Futures Exchange.

Cadangan minyak mentah AS mengalami penurunan tiga juta barel di periode mingguan yang berakhir pada 20 Agustus 2021, kata Badan Informasi Energi AS (EIA) dalam laporannya, Rabu (25/8/2021).

Cadangan minyak mentah AS 432,6 juta barel saat ini, sekitar 6 persen di bawah rata-rata cadangan selama lima tahun terakhir.

Menurut EIA, total cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor turun sebanyak 2,2 juta barel pekan lalu, sedangkan stok minyak bakar penyulingan naik 0,6 juta barel.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.