Harga Minyak Sulit Bertahan di Level Tinggi

0
96
Harga Minyak Melanjutkan Sisi Penguatannya

JAVAFX – Harga minyak sulit bertahan di level tinggi pada perdagangan siang hari jelang sore ini dimana kondisi ini mengingatkan pasar bahwa pasokan minyak akan berlebih dan permintaan akan berkurang membuat harga tidak akan menarik diperdagangkan lebih lanjut.

Sudah hampir sepekan, bursa saham dunia mengalami masa-masa suramnya, dan bursa saham AS membuat penurunan yang mengindikasikan bahwa permintaan terhadap minyak juga akan menurun. Disisi produksi, dilaporkan bahwa AS, Rusia dan Arab Saudi mengalami kenaikan produksi pertama kalinya dalam sejarah lebih dari 33 juta bph hasil produksi mereka keluarkan. Sebuah rekor terbesar produksi sepanjang masa.

AS sudah melaporkan penurunan kinerja ekonominya di bulan lalu, China pun menyatakan hal yang sama kondisinya. Di sisi lain, jumlah kapal tanker yang berlabuh di sekitar Asia mengalami penurunan drastis pekan lalu, menandakan penurunan permintaan minyak setengah lebih besar dalam sepekan terakhir.

Iran akan segera mendapatkan sanksi pelarangan ekspor minyaknya mulai 4 November nanti. Banyak yang percaya bahwa sanksi bisa mengurangi pasokan, namun beberapa kalangan juga tidak percaya kondisi ini. 2 perusahaan China telah membatalkan impor minyaknya di pekan ini untuk menghindari sanksi AS tersebut. Seharusnya harga bisa membaik dengan situasi sanksi ini, namun laporan produksi OPEC yang mengalami kenaikan membuat harga juga cenderung terkoreksi kembali. Sekjen OPEC Adeeb al-Amaa menyatakan bahwa produksi Arab Saudi sebaiknya tidak ditambah kembali mengingat produksi OPEC secara keseluruhan mengalami kenaikan.

Sinyal Arab Saudi memberikan pasokannya yang berlebih semakin membuat pasar kembali pesimis menatap harga minyak bisa lebih murah lagi, dimana menteri minyak Arab Khalid al-Falih mengatakan akan memberikan segala kekurangan pasokan akibat ekspor minyak Iran yang dilarang.

Sebelumnya kondisi pasokan yang berlebih sempat dikeluhkan banyak pihak, padahal sanksi Iran semakin dekat sehingga harga minyak terus naik. Sebelumnya OPEC telah mengeluarkan perkiraan dimana produksi minyak dunia dapat di antara 1,5 juta bph hingga 2 juta bph penurunan di tahun depan. Iran dilaporkan mengekspor 1,33 juta bph pada pekan lalu kepada India, China dan Turki.

Hal ini telah membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak September di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara menguat $0,14 atau 0,21% di level $67,18 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak Oktober di pasar ICE Futures London untuk sementara melemah $0,19 atau 0,25% di harga $77,15 per barel.
(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi