Harga Minyak Tetap Masif

0
93
Berita Komoditas Minyak

JAVAFX – Harga minyak masih tetap masif dengan dukungan dari Kazakhastan yang masih berupaya mengurangi produksi minyaknya.

Dalam pertemuan tidak resmi antara Arab Saudi dan Rusia di akhir pekan lalu, menteri minyak Rusia menyatakan bahwa Kazahkstan yang awalnya ragu terhadap rangkaian komitmen pemangkasan produksi minyak OPEC, kembali bersepakat dengan Rusia dan Arab Saudi bahwa negeri pecahan Uni Sovyet tersebut tetap akan mendukung komitmen tersebut.

Sebetulnya masih menjadi latar belakang perjalanan harga minyak dunia sejauh ini, dimana terjadi perseteruan abadi diantara produksi minyak AS dengan pemangkasan produksi minyak OPEC, yang menurut kami kondisi ini bisa berlanjut hingga OPEC dan 10 negara produsen minyak non-OPEC untuk mengevaluasi kembali komitmen pemangkasan produksi minyak pada pertemuan di 30 November nanti.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Juli di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk perdagangan sebelumnya ditutup menguat $0,19 atau 0,42% di level $45,83 per barel. Untuk perdagangan mingguan, minyak jenis WTI mengalami penurunan sebesar 3,8%. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Agustus di pasar ICE Futures London ditutup menguat $0,29 atau 0,61% di harga $48,15 per barel. Untuk perdagangan mingguan, minyak jenis Brent mengalami penurunan sebesar 3,6%.

Harga minyak tetap diperdagangkan positif setelah produksi pasca kilang minyak Bonny Nigeria minyak BP Shell dimana jaringan pipa Trans Nigerian Pipelines mengalami kebocoran sehingga dikhawatirkan suplai minyak dunia akan mengalami permasalahan.

Sebelumnya Baker Hughes melaporkan bahwa rig yang diaktifkan kembali berjumlah 8 sehingga total menjadi 741 rig yang telah diaktifkan kembali sejak tahun lalu. Sejauh 2017 ini, produksi minyak AS telah mengalami peningkatan sebesar 600 ribu barel perhari, atau sekitar sepertiga dari rangkaian komitmen OPEC yang memangkas produksi minyaknya 1,8 juta barel perhari.

Harga minyak mengalami tekanan di minggu lalu karena Energy Information Administration Rabu lalu merilis stok minyak pemerintah AS yang mengalami kenaikan tajam. EIA menyatakan bahwa stok minyak AS menjadi 3,3 juta barel pada 2 Juni lalu, mengakhiri 8 minggu stok minyak AS yang selalu negatif.

Investor sangat kuatir dengan stok minyak dunia yang masih terlihat melimpah setelah kemarin EIA juga melaporkan bahwa pihaknya menaikkan proyeksi produksi minyak AS tahun ini dan tahun depan. Untuk 2018, EIA memperkirakan produksi minyak AS naik menjadi 10,01 juta barel perhari atau naik 0,4%, sedangkan tahun ini diperkirakan produksi minyak AS akan naik menjadi 9,33 juta barel perhari atau naik 0,3% dari perkiraan bulan lalu.

Dalam pelaporan EIA lainnya yang membatasi gerak negatif minyak dunia kali ini setelah EIA menyatakan bahwa produksi minyak dari 48 negara bagian AS mengalami penurunan produksi minyak sebesar 200 ribu barel perhari, dan merupakan penurunan produksi pertama kalinya di tahun ini.

Rasa keraguan investor minggu lalu juga terjadi setelah melihat hasil survei S&P Global Platts di Selasa kemarin, menunjukkan bahwa keluaran minyak OPEC bertambah 270 ribu barel perhari menjadi 32,12 juta perhari di Mei lalu, menandai kenaikan bulanan pertama sejak Oktober tahun lalu.

Sumber berita: Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters
Sumber gambar: bbc