Harga Minyak Turun Tajam, Ditengah Kekhawatiran Datangnya Resesi

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun tajam pada perdagangan di hari Kamis (30/06/2022) di tengah kekhawatiran datangnya resesi dan munculnya tanda-tanda permintaan bensin AS mungkin berkurang di tengah tingginya harga BBM saat ini. Menurut laporan Marketwatch, Minyak WTI untuk pengiriman Agustus turun US$4,02 ke $105,76 per barel. Minyak mentah Brent Agustus, turun US$1,44 menjadi $114,82 per barel.

Penurunan terjadi setelah Lembaga Informasi Energi di hari Rabu melaporkan persediaan minyak AS turun lebih dari yang diharapkan pada minggu lalu, sementara persediaan bensin dan minyak sulingan naik, menunjukkan potensi penurunan permintaan bahan bakar di tengah harga yang mendekati rekor.

Disisi lain, ada kekhawatiran datangnya resesi, sebagaimana dalam pertemuan Bank Sentral di Eropa dimana mereka memperingatkan adanya kondisi yang mendukung inflasi rendah sebelum tahun ini mungkin tidak kembali dan suku bunga yang lebih tinggi mungkin menjadi norma.

Sementara itu, OPEC+ diyakini setuju untuk menaikkan kuota produksi pada bulan Agustus sebesar 648.000 barel per hari, meskipun faktanya adalah sebagian besar anggotanya tidak dapat memenuhi kuota yang lebih tinggi tersebut. Hal ini tentu menyebabkan pasokan masih sedikit.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.