IHSG akhir pekan ditutup jatuh, dibayangi naiknya kembali kasus COVID

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan terkoreksi, dibayangi kembali naiknya jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air.

IHSG ditutup melemah 35,86 poin atau 0,58 persen ke posisi 6.101,69.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 11,32 poin atau 1,32 persen ke posisi 845,71.

“Dari internal, tekanan pandemi COVID-19 varian Delta di akhir semester pertama tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Alhasil Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 dimana sebelumnya diperkirakan bisa tumbuh 4,3 persen hingga 5,3 persen menjadi berada di kisaran 3,5 persen hingga 4,3 persen,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Di sisi lain belum melandainya kasus positif COVID-19 turut menjadi perhatian pelaku pasar dan investor.

Pada Kamis (22/7) kemarin ada penambahan 49.509 kasus baru COVID-19 sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,03 juta kasus.

Hal itu tentunya menjadi kekhawatiran bagi investor di tengah rencana pembukaan aktivitas ekonomi pada awal pekan depan.

Dari eksternal, pasar juga menanti hasil pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), pekan depan yang akan memberikan gambaran kondisi ekonomi di AS.

Dibuka melemah, IHSG langsung melemah dan terus berada di zona merah baik pada sesi pertama dan sesi kedua perdagangan saham hingga akhirnya ditutup turun.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dengan sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 2,43 persen, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor teknologi masing-masing 1,27 persen dan 0,59 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu minus 1,82 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor infrastruktur masing-masing minus 1 persen dan minus 0,86 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp122,55 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.367.738 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,17 miliar lembar saham senilai Rp12,38 triliun.

Sebanyak 191 saham naik, 277 saham menurun, dan 172 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 24,33 poin atau 0,68 persen ke 3.550,4, Indeks Hang Seng turun 401,86 poin atau 1,45 persen ke 27.321,98, dan Indeks Straits Times terkoreksi 2,21 poin atau 0,07 persen ke 3.157,05.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.