IHSG akhir pekan ditutup jatuh, dipimpin saham teknologi

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jelang akhir pekan ditutup melemah, dipimpin saham-saham dari sektor teknologi.

IHSG ditutup melemah 31,11 poin atau 0,43 persen ke posisi 7.129,28.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 6,29 poin atau 0,62 persen ke posisi 1.012,04.

“Indeks saham di Asia sore ini ditutup variatif dengan kecenderungan naik karena reaksi investor terbelah dua mengenai seberapa agresif bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) akan menaikkan suku bunga acuan untuk menjinakkan inflasi,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Jumat.

Serangkaian komentar dari pejabat The Fed memperlemah ekspektasi bahwa bank sentral akan melanjutkan pengetatan kebijakan moneter secara perlahan-lahan.

Presiden The Fed di San Francisco Mary Daly mengatakan bahwa meskipun kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin bulan depan adalah sesuatu yang masuk akal, pihaknya masih membuka peluang untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar lagi jika memang diperlukan.

Presiden Federal Reserve di Chicago Charles Evans mengatakan pihaknya yakin The Fed perlu menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,25 persen – 3,5 persen tahun ini dan 3,75 persen – 4 persen tahun depan, sejalan dengan sinyal yang di berikan Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan kebijakan Juli lalu.

Lebih lanjut Presiden Federal Reserve Bank di Minneapolis Neel Kashkari mengatakan dia belum melihat sesuatu yang dapat mengubah kebutuhan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,9 persen hingga akhir tahun ini dan 4,4 persen pada akhir 2023.

Dibuka melemah, IHSG menghabiskan waktu di zona merah pada sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dengan sektor infrastruktur naik paling tinggi 0,64 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor properti & real estat masing-masing naik 0,43 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 2,09 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan masing-masing turun 0,97 persen dan 0,73 persen.

Sepanjang hari ini saham-saham LQ45 yang mendominasi penguatan yaitu KLBF, ADRO, BUKA, TBIG, SMGR.

Sedangkan saham-saham LQ45 yang mendominasi pelemahan yakni GOTO, EMTK, ARTO, BBRI, BBCA.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp761,5 miliar.

Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp631,67 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.254.787 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,76 miliar lembar saham senilai Rp12,52 triliun.

Sebanyak 262 saham naik, 253 saham menurun, dan 174 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 727,65 poin atau 2,62 persen ke 28.546,98, Indeks Hang Seng naik 93,19 poin atau 0,46 persen ke 20.175,62, dan Indeks Straits Times terkoreksi 32,69 poin atau 0,99 persen ke 3.269,27.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.