IHSG awal pekan menguat ikuti kenaikan bursa global

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan bergerak menguat mengikuti kenaikan bursa saham global.

IHSG dibuka menguat 6,93 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.037,7, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,48 poin atau 0,29 persen ke posisi 857,52.

“Fokus perhatian investor minggu ini akan tertuju pada acara Simposium Tahunan Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole, Wyoming, yang tahun ini kembali diselenggarakan oleh Federal Reserve Kansas City secara virtual mulai dari hari Kamis hingga Jumat,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dua pertemuan kebijakan The Fed terakhir memperlihatkan bahwa kebijakan moneter AS telah mendekati titik balik dari akomodasi masa krisis yang dimulai pada 2020.

Pidato Gubernur The Fed Jerome Powell pada Jumat (27/8) akan menjadi petunjuk terakhir sebelum pertemuan kebijakan September mengenai langkah apa yang akan di ambil oleh The Fed.

Investor ingin mengetahui kapan The Fed akan mulai melakukan penarikan atau tapering paket stimulus moneter, dalam hal ini program pembelian asset (quantitative easing) yang selama ini bersama kinerja keuangan korporasi telah menjadi faktor utama pendorong laju kenaikan pasar saham di AS.

Indeks saham di Asia pagi ini dibuka naik setelah indeks saham utama di Wall Street reli akhir pekan lalu, namun secara mingguan masih menderita penurunan.

Reli indeks saham AS pada akhir pekan lalu didorong oleh meredanya kekhawatiran bahwa The Fed akan mulai memperketat kebijakan moneternya lebih cepat dari ekspektasi.

Presiden Federal Reserve Dallas Robert Kaplan, seorang yang dikenal dengan pandangan keras (hawkish), mengatakan pihaknya mungkin akan mempertimbangkan kembali kebutuhan untuk penarikan paket stimulus moneter yang lebih awal jika ternyata penyebaran varian Delta COVID-19 membahayakan ekonomi AS.

Selain itu, sejumlah data ekonomi di AS dan China belakangan ini memberi indikasi bahwa proses pemulihan ekonomi dari resesi telah mencapai puncaknya dan mulai secara perlahan kehilangan momentum.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam sembilan bulan terakhir.

Harga minyak mentah jenis Brent minggu lalu terpangkas 2,17 persen sementara harga minyak mentah jenis WTI anjlok 2,26 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 449,61 poin atau 1,66 persen ke 27.462,86, indeks Hang Seng naik 424,61 poin atau 1,71 persen ke 25.274,33, dan indeks Straits Times meningkat 5,62 poin atau 0,18 persen ke 3.108,37.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.