IHSG berakhir naik signifikan, di tengah perlemahan bursa saham Asia

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat di tengah terkoreksinya mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 51,24 poin atau 0,84 persen ke posisi 6.139,65.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 13,52 poin atau 1,62 persen ke posisi 845,84.

“IHSG menguat disebabkan sentimen positif yang datang dari AS di antaranya rilis tingkat inflasi di bulan Juli yang menunjukkan penurunan secara month on month sedangkan secara year on year inflasi cenderung tumbuh stagnan,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut dinilai oleh sebagian analis sebagai tanda bahwa kenaikan inflasi yang terjadi sebelumnya sudah melewati fase tertingginya dan sedikit mengurangi ketakutan investor akan pengurangan stimulus atau tapering off yang kemungkinan dilakukan Federal Reserve (Fed).

Membaiknya data ekonomi dan kinerja emiten serta tingkat vaksinasi yang tinggi di AS dan Eropa membuat fenomena flight to quality terjadi di Benua Asia untuk saat ini.

Untuk IHSG, kinerja yang baik masih akan ditopang oleh kasus harian COVID-19 yang terus turun serta kinerja emiten yang cukup solid di samping meredanya kekhawatiran akan perubahan kebijakan moneter AS untuk sesaat.

Jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Rabu (11/8) mencapai 30.625 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,75 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 bertambah 1.579 kasus sehingga totalnya mencapai 112.198 kasus.

Sementara itu, sebanyak 3,21 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 mencapai 426.170 kasus.

Dari Asia, mayoritas indeks saham regional terkoreksi akibat meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap penyebaran COVID-19 di beberapa negara.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,35 persen.

Indeks China kembali melemah menyusul kondisi COVID-19 yang meningkat membuat sebagian wilayah memberlakukan kebijakan lockdown serta perubahan regulasi pemerintah yang masih membayangi beberapa sektor.

Dibuka menguat, IHSG sempat melemah namun tak lama kembali ke zona hijau hingga akhir sesi pertama perdagangan.

Pada sesi kedua, IHSG relatif nyaman di teritori positif hingga akhirnya ditutup naik.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dengan sektor infrastruktur naik paling tinggi yaitu 2,72 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang baku masing-masing 2,59 persen dan 2,09 persen.

Sedangkan dua sektor terkoreksi dengan sektor teknologi dan kesehatan turun paling dalam yaitu masing-masing minus 1,62 persen, diikuti sektor keuangan minus 0,6 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp506,01 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.520.797 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,34 miliar lembar saham senilai Rp16,01 triliun.

Sebanyak 291 saham naik, 218 saham menurun, dan 138 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 55,49 poin atau 0,2 persen ke 28.015,02, Indeks Hang Seng turun 142,34 poin atau 0,53 persen ke 26.517,82, dan indeks Shanghai meningkat 28,6 poin atau 0,9 persen ke 3.205,78.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.