IHSG ditutup menguat, ditopang kenaikan bursa saham Asia

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat, mengikuti kenaikan bursa saham Asia.

IHSG ditutup menguat 32,2 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.120,73.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,05 poin atau 0,25 persen ke posisi 832,75.

“Indeks Harga Saham Gabungan berbalik menguat pada perdagangan hari ini menyusul optimisme indeks regional Asia yang sedang menghadapi musim rilis laporan keuangan emiten.

Indeks Jepang menjadi salah satu yang terkuat di Asia setelah Nissan Motor dan emiten semikonduktor mengeluarkan rilis kinerja keuangan yang baik,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Sementara indeks China, Taiwan, dan Hong Kong, berbalik menguat menyambut pertemuan yang dilakukan antara China Securities and Regulatory Commission dengan beberapa investment banker besar dunia untuk menenangkan gejolak pasar yang terjadi sebelumnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan bahwa pemerintah China akan tetap memperbolehkan emiten untuk melakukan IPO di pasar saham AS dengan syarat telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Sentimen lainnya yang mendorong pasar saham Asia di antaranya dari hasil pertemuan The Fed (FOMC) semalam yang menjaga Fed Fund Rate di level 0,25 persen serta belum memberikan gambaran yang jelas akan tapering off yang sebelumnya dikhawatirkan oleh investor.

Para petinggi The Fed sebelumnya dikabarkan mulai membicarakan mengenai rencana pengurangan pembelian surat utang namun belum dapat dipastikan kapan rencana tersebut dijalankan.

Dari perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia mencatatkan kenaikan kasus baru Rabu kemarin dengan penambahan kasus sebanyak 47.791 dengan kasus kematian kembali mencetak rekor dengan kasus sebanyak 1.824 kasus.

Kondisi serupa terjadi di Thailand dan Malaysia yang merasakan kenaikan kasus baru sebanyak 17.405.

Hal tersebut membuat negara tetangga tersebut masih harus membatasi kegiatan masyarakat.

IMF dalam pertemuannya yang diadakan Selasa lalu kembali memangkas proyeksi ekonomi Indonesia ke level 3,9 persen dengan pertimbangan pandemi COVID-19 yang belum kondusif.

Proyeksi tersebut sejalan dengan yang dikeluarkan pemerintah yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 3,7 persen – 4,5 persen.

Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona hijau baik pada sesi pertama dan sesi kedua perdagangan saham hingga akhirnya ditutup naik.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dimana sektor infrastruktur naik paling tinggi yaitu 1,82 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor energi masing-masing 1,81 persen dan 1,7 persen.

Sedangkan tiga sektor terkoreksi dimana sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 1,04 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor barang konsumen primer masing-masing minus 0,88 persen dan minus 0,44 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp49,16 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.479.926 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,76 miliar lembar saham senilai Rp13,26 triliun.

Sebanyak 258 saham naik, 233 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 200,76 poin atau 0,73 persen ke 27.782,42, Indeks Hang Seng naik 841,44 poin atau 3,3 persen ke 26.315,32, dan Indeks Straits Times meningkat 38,86 poin atau 1,24 persen ke 3.180,61.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.