IHSG ditutup menguat tipis meski dibayangi aksi ambil untung

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, ditutup menguat tipis meski dibayangi aksi ambil untung investor.

IHSG menguat 7,22 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.633,34.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,45 poin atau 0,05 persen ke posisi 972,21.

“Jelang akhir pekan ini, pergerakan indeks IHSG tampaknya terpengaruh sentimen eksternal dan internal,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Jumat.

Dari eksternal, muncul kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi China seiring rilis data inflasi secara tahunan yang turun dari sebelumnya 0,8 persen menjadi 0,7 persen.

Bursa regional Asia sendiri cenderung menguat ditopang oleh rilis kinerja keuangan perusahaan Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan dan data ekonomi yang turut membantu meredakan kekhawatiran investor tentang tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan.

Jumlah klaim pengangguran mingguan AS juga menambah sentimen positif pasar.

Klaim pengangguran turun dari sebelumnya 329.000 klaim menjadi 293.000 klaim.

Sementara dari internal, IHSG bergerak fluktuatif seiring sentimen aksi ambil untung yang membayangi perdagangan hari ini pada saat neraca perdagangan Indonesia yang dirilis pagi tadi kembali membukukan surplus pada September 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 4,37 miliar dolar AS pada September 2021 dengan nilai ekspor 20,6 miliar dolar AS dan impor 16,23 miliar dolar AS.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang semula 3,9 persen menjadi 3,2 persen secara tahunan.

Penurunan proyeksi sebesar 0,7 persen itu seiring dengan adanya perkembangan varian delta di global, termasuk Indonesia.

Meskipun sebenarnya sudah terlihat momentum pemulihan ekonomi dunia, namun pandemi COVID-19 dinilai masih menjadi risiko utama.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan terus berada di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, IHSG masih berada di teritori positif hingga akhirnya naik jelang penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dimana sektor properti & real estat naik paling tinggi yaitu 0,86 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor barang infrastruktur masing-masing 0,66 persen dan 0,6 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 0,99 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor teknologi masing-masing minus 0,47 persen dan minus 0,44 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing sebesar Rp1,5 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.319.095 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,81 miliar lembar saham senilai Rp17,64 triliun.

Sebanyak 244 saham naik, 258 saham menurun, dan 163 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 517,7 poin atau 1,81 persen ke 29.068,63, indeks Hang Seng naik 368,37 poin atau 1,48 persen ke 25.330,96, dan indeks Straits Times meningkat 14,15 poin atau 0,45 persen ke 3.179,01.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.