IHSG ditutup naik, ikuti bursa Asia di tengah ketegangan AS-China

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti kenaikan bursa saham Asia, di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

IHSG ditutup menguat 58,48 poin atau 0,84 persen ke posisi 7.046,64.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 11,34 poin atau 1,15 persen ke posisi 999,95.

“Indeks saham di Asia sore ini mayoritas ditutup naik sementara nilai tukar mata uang dolar AS melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan China,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Rabu.

Investor mempertimbangkan potensi dampak dari kunjungan Ketua House of Representatives (DPR) AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

Nancy Pelosi melanjutkan kunjungan kerjanya di Asia dengan mampir ke Taiwan sehingga memicu kemarahan Pemerintah China yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari teritori atau wilayahnya.

China mengumumkan uji tembak misil dan latihan militer di sekitar Taiwan setelah Nancy Pelosi menjadi pejabat AS tertinggi dalam 25 tahun yang mengunjungi Taiwan.

China juga menghentikan penjualan pasir serta pembelian ikan dan sejumlah buah-buahan dari Taiwan.

Selama di Taiwan, Nancy Pelosi bertemu dengan Parlemen Taiwan hari ini dan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Taiwan serta para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM).

Dari sisi makroekonomi, data Caixin Services PMI China naik ke level 55,5 pada Juli, tertinggi sejak April 2021 dari level 54,5 pada bulan sebelumnya.

Di pasar komoditas, harga emas bergerak naik seiring dengan pelemahan nilai tukar dolar AS dan meningkatnya ketegangan antara AS dan China, serta kenaikan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS.

Untuk nanti malam, investor mengantisipasi pengumuman hasil pertemuan OPEC+ dan rilis sejumlah data ekonomi AS seperti Factory Orders dan ISM Non-Manufacturing Index.

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan terus bergerak di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi 3,22 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor keuangan masing-masing naik 2,27 persen dan 0,95 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dengan sektor barang konsumen non-primer turun paling dalam 1,06 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor transportasi & logistik masing-masing turun 0,43 persen dan 0,25 persen.

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak menguat.

Saham-saham yang mendominasi penguatan yaitu GOTO, TLKM, ASII, ADRO, UNTR.

Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni BBRI, INDF, ICBP, ANTM, MNCN.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp7,14 triliun.

Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp755,35 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.365.353 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,85 miliar lembar saham senilai Rp21,32 triliun.

Sebanyak 267 saham naik, 250 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 147,17 poin atau 0,53 persen ke 27.741,9, Indeks Hang Seng naik 77,88 poin atau 0,4 persen ke 19.767,09, dan Indeks Straits Times meningkat 14,92 poin atau 0,46 persen ke 3.254,07.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.