IHSG ditutup stagnan di tengah aksi beli asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, ditutup relatif stagnan di tengah aksi beli oleh investor asing.

IHSG melemah 0,29 poin ke posisi 6.109,84.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,43 poin atau 0,4 persen ke posisi 862,7.

“Dari dalam negeri, pergerakan IHSG kian terbatas menjelang akhir pekan.

Sentimen positif dari neraca perdagangan yang mencatatkan surplus belum mampu membawa IHSG menguat signifikan pada pekan ini,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Agustus 2021 mengalami surplus sebesar 4,74 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 21,42 miliar dolar AS dan impor 16,68 miliar dolar AS.

Jika mengacu pada satu pekan terakhir, investor asing terus mencatatkan pembelian bersih pada saham-saham bluechip.

Tentu hal itu dapat menjadi sebuah indikasi baik dimana pemulihan bergerak semakin dekat.

Pengendalian pandemi menjadi kunci dari kembalinya kepercayaan diri pelaku pasar.

Pergerakan pasar saham Asia hari ini didominasi penurunan di mana pelaku pasar merespon rilis data Jepang dan Australia yang lebih buruk dari perkiraan.

Jepang mencatatkan defisit neraca perdagangan sebesar minus 635 miliar yen.

Perlambatan dari sisi ekspor memberikan tekanan pada defisit neraca perdagangan tersebut.

Dibuka menguat, IHSG mayoritas bergerak di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua IHSG lebih banyak bergerak di zona merah sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dimana sektor transportasi naik paling tinggi yaitu 2,3 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor barang baku masing-masing 0,44 persen dan 0,35 persen.

Sedangkan lima sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 2,37 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor barang konsumen non primer masing-masing minus 1,12 persen dan minus 0,56 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing sebesar Rp355,29 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.436.164 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,25 miliar lembar saham senilai Rp11,7 triliun.

Sebanyak 226 saham naik, 278 saham menurun, dan 161 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 188,37 poin atau 0,62 persen ke 30.323,34, indeks Hang Seng turun 365,36 poin atau 1,46 persen ke 24.667,85, dan indeks Straits Times meningkat 5,93 poin atau 0,19 persen ke 3.064,54.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.