IHSG Indonesia menguat 0.39%, naik 24 poin dan ditutup di 6113

IHSG Indonesia menguat 0.39% atau 24 poin dan ditutup di 6113 pada tanggal 25 Agustus 2021..

Dari 30 saham perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen IHSG Indonesia, sebanyak 4 saham mengalami kerugian, sementara 20 saham lainnya berhasil membukukan keuntungan.

Elang Mahkota mencatat kerugian terbesar karena harga sahamnya jatuh 1.36%.

Elang Mahkota mencatat kerugian terbesar (Worst Gain) sebesar 30.00 IDR.

Sementara itu, Sinar Mas Multiartha terangkat 2.68% dan menjadi peraih keuntungan terbesar di antara saham saham unggulan.

United Tractors mencatatkan keuntungan terbesar (Best Gain) sebesar 300.00 IDR di antara saham saham unggulan atau blue chips.

Pada minggu ini, IHSG Indonesia tercatat turun 0.08% dan pada bulan ini naik 0.11%.

Per tanggal 25 Agustus 2021., Sumber Alfaria masih mejadi perusahaan yang mencatatkan kenaikan harga saham tertinggi sebesar 76.55%, sedangkan Bank Mayapada Internasional menjadi perusahaan yang nilai sahamnya turun drastis sebesar 84.73% sepanjang tahun ini.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.