IHSG Indonesia menguat 0.64%, naik 39 poin dan ditutup di 6079

IHSG Indonesia menguat 0.64% atau 39 poin dan ditutup di 6079 pada tanggal 12 Juli 2021..

Dari 30 saham perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen IHSG Indonesia, sebanyak 10 saham mengalami kerugian, sementara 17 saham lainnya berhasil membukukan keuntungan.

Elang Mahkota mencatat kerugian terbesar karena harga sahamnya jatuh 2.54%.

Sinar Mas Multiartha mencatat kerugian terbesar (Worst Gain) sebesar 200.00 IDR.

Sementara itu, Unilever Ind terangkat 3.78% dan menjadi peraih keuntungan terbesar di antara saham saham unggulan.

Bank Central Asia mencatatkan keuntungan terbesar (Best Gain) sebesar 700.00 IDR di antara saham saham unggulan atau blue chips.

Pada minggu ini, IHSG Indonesia tercatat naik 1.21% dan pada bulan ini turun 0.03%.

Per tanggal 12 Juli 2021., Sumber Alfaria masih mejadi perusahaan yang mencatatkan kenaikan harga saham tertinggi sebesar 77.42%, sedangkan Bank Mayapada Internasional menjadi perusahaan yang nilai sahamnya turun drastis sebesar 74.92% sepanjang tahun ini.

Share this post

Analisa Fundamental

Edukasi

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.