IHSG jelang akhir pekan ditutup menguat seiring aksi beli asing

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang akhir pekan ditutup menguat, seiring aksi beli oleh investor asing yang hampir mencapai Rp1 triliun.

IHSG ditutup menguat 10,64 poin atau 0,15 persen ke posisi 7.242,66.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,94 poin atau 0,38 persen ke posisi 1.032.

“Sentimen eksternal dan internal menopang pergerakan IHSG.

Dari eksternal, bursa regional Asia menguat.

Tampaknya pelaku pasar dan investor cenderung menerima atas pernyataan komentar Jerome Powell sehubungan dengan kebijakan The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuannya di bulan ini yang sudah diantisipasi oleh pasar di mana diprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Jumat.

Powell berjanji untuk menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi.

Hal itu dinilai sebagai cerminan prioritas utama The Fed untuk perang melawan inflasi.

Sementara dari internal, jelang akhir pekan IHSG bergerak variatif di mana aksi ambil untung juga mewarnai perdagangan hari ini.

Katalis positif datang dari data penjualan eceran yang kuat di mana Bank Indonesia dalam hasil survei penjualan eceran mengindikasikan kinerja penjualan eceran tumbuh lebih tinggi, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2022 yang tercatat sebesar 200,2, atau tumbuh 6,2 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,1 persen (yoy).

Hal tersebut dinilai memberikan pandangan bahwa kedepannya kinerja penjualan eceran berpotensi akan tetap kuat.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, IHSG bergerak fluktuatif sampai akhirnya berada di teritori positif saat penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat dimana sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 0,87 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor barang konsumen primer masing-masing 0,29 persen dan 0,01 persen.

Sedangkan delapan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 0,51 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor energi masing-masing minus 0,43 persen dan minus 0,3 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu OKAS, OBMD, SMDM, JKON, dan DEWI.

Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SOFA, HDIT, RMKE, KRYA, dan INCF.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” di seluruh pasar sebesar Rp995,72 miliar.

Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp785,63 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.393.759 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,39 miliar lembar saham senilai Rp14,55 triliun.

Sebanyak 235 saham naik, 288 saham menurun, dan 177 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 149,47 poin atau 0,53 persen ke 28.214,75, indeks Hang Seng naik 507,63 poin atau 2,69 persen ke 19.362,25, dan indeks Straits Times meningkat 29,34 poin atau 0,91 persen ke 3.262,95.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.