IHSG menguat di tengah koreksi bursa AS dan Eropa

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi menguat di tengah koreksi indeks di bursa saham Amerika Serikat dan Eropa.

IHSG pagi ini dibuka menguat 10,59 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.544,52.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,88 poin atau 0,31 persen ke posisi 933,86.

“Pelemahan indeks-indeks di Eropa dan AS akan membayangi potensi technical rebound IHSG pada hari ini,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Sentimen negatif utamanya berasal dari kekhawatiran peningkatan kembali kasus baru COVID-19, menyusul penemuan varian baru Omicron yang diperkirakan memiliki tingkat replikasi lebih tinggi.

Peningkatan kasus dikhawatirkan berdampak negatif pada pemulihan ekonomi global, mengingat peningkatan kasus umumnya diikuti dengan pengetatan restriksi kegiatan masyarakat.

Hal ini dikhawatirkan meningkatkan tekanan pada inflasi ditengah kondisi disrupsi rantai pasok yang tengah berlangsung.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi data inflasi dan indeks manufaktur pada November 2021.

Dari AS, indeks-indeks Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (30/11), menyusul pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell bahwa bank sentral akan membicarakan kemungkinan percepatan pemangkasan program pembelian obligasi pada Desember 2021.

Di samping sentimen tapering, Wall Street juga tertekan oleh perkembangan varian Omicron.

Terkait hal tersebut, CEO Moderna Stephane Bancel berekspektasi bahwa vaksin COVID-19 yang ada sekarang kurang efektif terhadap Omicron.

Sementara Regeneron menyatakan bahwa antibody treatment miliknya kemungkinan menunjukkan penurunan efektivitas terhadap Omicron.

Pernyataan-pernyataan tersebut turut memicu aksi sell-off di bursa efek AS pada perdagangan Selasa (30/11) kemarin.

Sentimen-sentimen yang sama lebih dulu menekan indeks-indeks di Eropa yang ditutup melemah di kisaran 1 persen pada perdagangan Selasa (30/11).

Pelaku pasar juga mengkhawatirkan dampak Omicron terhadap potensi peningkatan inflasi di tengah kondisi disrupsi rantai pasok global.

Euro Zone Inflation mencatatkan kenaikan ke 4,9 persen (yoy) pada November 2021, diatas perkiraan.

Sentimen tapering oleh The Fed dan omicron diperkirakan masih akan menjadi fokus utama pelaku pasar di regional Asia, disamping antisipasi data indeks manufaktur Jepang, Indonesia dan Tiongkok pada hari ini.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 209,81 poin atau 0,75 persen ke 28.031,57, indeks Hang Seng naik 271,38 poin atau 1,16 persen ke 23.746,64, dan indeks Straits Times meningkat 27,55 atau 0,91 persen ke 3.068,84.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.