Indeks Sentimen Konsumen: Prinsip Dasar dan Penggunaan Dalam Trading

0
72

Apa Itu Sentimen Konsumen?

Sentimen konsumen, kepercayaan konsumen, atau Indeks Sentimen Konsumen (ICS) digunakan oleh pelaku pasar sebagai barometer lainnya yang mengukur kesehatan ekonomi secara keseluruhan berdasarkan penilaian konsumen. Angka ini mencakup opini konsumen dan rumah tangga berdasarkan berbagai pertanyaan survei, termasuk pandangan ekonomi masa lalu, saat ini, dan masa depan tentang keuangan pribadi dan ekonomi secara luas. Laporan ini akan dibaca mirip dengan kalender ekonomi yang ditunjukkan di bawah ini dan juga mencakup prospek inflasi.

Sumber: Kalender Ekonomi DailyFX

Para surveyor ekonomi secara tradisional mendekati konsumen dan mengajukan pertanyaan kepada mereka. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dimaksudkan untuk memunculkan opini dari konsumen tentang perasaan mereka terkait keuangan mereka.

Survei sentimen konsumen di Amerika Serikat dibuat oleh Dr. George Katona dari Universitas Michigan dan pertama kali digunakan pada tahun 1946, membahas keadaan emosional konsumen dibandingkan dengan metrik kuantitatif murni. Itulah mengapa dinamai ‘Sentimen Konsumen Michigan’.

Ide di balik survei ini adalah mencoba memahami bagaimana orang membuat keputusan ekonomi untuk mengelola kebijakan negara dengan baik. Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dirancang agar tidak lekang oleh waktu, sehingga survei ini akan cocok untuk orang-orang di tahun 1960-an atau saat ini.

Indeks sentimen konsumen sering dianggap sebagai indikator utama karena data konsumen yang menurun biasanya mendahului resesi.

Sentimen Konsumen Dan Hubungannya Dengan Inflasi

Tekanan inflasi bisa menjadi masa yang menakutkan bagi konsumen seperti yang bisa kita lihat pada grafik perbandingan 2020 – 2022 di bawah ini. Tekanan ke atas pada harga menunjukkan penurunan sentimen konsumen yang sesuai, yang mengembangkan ketakutan resesi di pasar keuangan. Efek domino ini tidak membuat pekerjaan bank sentral menjadi mudah karena pendekatan kebijakan moneter tradisional yaitu menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi seringkali menyebabkan penurunan sentimen konsumen lebih lanjut karena kenaikan biaya pinjaman.

Sumber: Refenitive

Memahami mekanisme konsumen adalah kunci untuk mengelola kebijakan moneter dan fiskal dengan baik. Misalnya, ketika konsumen ‘percaya’ bahwa inflasi tidak mungkin turun, fungsi reaksi alami adalah menimbun dan membeli lebih banyak barang sekarang untuk menghindari membayar harga yang lebih tinggi nanti. Hal ini kemudian menambah inflasi yang lebih tinggi, yang menyoroti pentingnya bank sentral untuk menanamkan kepercayaan pada konsumen bahwa mereka akan mengurangi inflasi. Kata-kata dari pejabat bank sentral sangat penting untuk pada dasarnya membujuk konsumen ke arah yang mereka inginkan untuk hasil yang diinginkan.

Trading Dengan Sentimen Konsumen

Sentimen Konsumen Michigan Vs Indeks S&P500 Vs Dxy (2017 -2022)

Sumber: Refenitive

Bagan di atas menunjukkan hubungan antara sentimen konsumen AS, Indeks Dolar (DXY) dan indeks SPX masing-masing. Sekarang mari kita lihat masing-masing secara individual.

Sentimen Konsumen Di Pasar Saham

Secara historis, kita telah melihat bahwa sentimen konsumen AS dan SPX memiliki hubungan yang agak terbalik karena penurunan ekstrem dalam sentimen konsumen seringkali diikuti oleh kenaikan besar-besaran pada indeks S&P 500. Ini adalah logika sederhana karena lingkungan pasar yang penuh ketakutan sering kali memberikan peluang bagi investor untuk memanfaatkan saham yang didiskon (murah). Kebalikannya terjadi dalam lanskap yang terlalu percaya diri di mana investor institusi yang ‘cerdas’ atau lebih besar cenderung takut sementara investor yang rakus terus berinvestasi yang mengakibatkan penurunan signifikan setelah pasar berbalik.

Singkatnya, sentimen konsumen dapat digunakan sebagai indikator contrarian untuk pasar saham AS ketika menunjukkan variasi yang besar. Jelas ada pengecualian untuk aturan praktis ini tergantung pada konteks pada saat itu di mana prinsip-prinsip ekonomi tradisional terkadang tidak sinkron.

Sentimen Konsumen Di Pasar Forex (Valas)

Dari sudut pandang pasar valas (FX), sentimen konsumen AS secara umum menunjukkan hubungan positif dengan dolar AS. Teorinya menyatakan bahwa penurunan sentimen konsumen seharusnya mengarah pada kebijakan moneter yang lebih longgar untuk mendorong (kata yang lebih tepat dari “stimulasi” dalam konteks ini) pengeluaran konsumen untuk barang tahan lama. Suku bunga yang lebih rendah akan melemahkan mata uang domestik (DXY) dan sebaliknya.

Namun, seperti yang disebutkan dalam hubungan dengan pasar saham, ada pengecualian. Tahun 2022 adalah contoh utama bagaimana hubungan konvensional ini tidak berjalan.  Kondisi fundamental pada tahun 2022 meliputi inflasi tinggi, ketakutan resesi, ketidakstabilan geopolitik, dan penurunan sentimen konsumen. Dalam kasus ini, Federal Reserve mempertahankan sikap agresif untuk memerangi inflasi sementara sentimen konsumen menurun. Hal ini justru menyebabkan dolar AS menguat. Penguatan dolar terjadi karena dua faktor: dolar AS menjadi aset safe-haven dan kenaikan suku bunga.

Ringkasan

Sentimen konsumen memberikan wawasan ke banyak aspek fundamental lain dari suatu ekonomi, yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang pasar keuangan. Indikator utama ini dapat digunakan sebagai alat trading penting untuk meningkatkan gaya trading Anda, baik Anda seorang trader fundamental maupun teknis.