Inflasi The Fed Dibiarkan Tinggi, Harga Emas Berhasil Rebound

JAVAFX – Inflasi the Fed dibiarkan tinggi, harga emas berhasil rebound pada perdagangan kemarin di mana ini merupakan aksi beli yang berlanjut kembali pasca the Fed memutuskan tidak menaikkan suku bunganya meski target inflasi sudah mendekati yang diinginkannya.

Inflasi tahunan the Fed sudah mendekati angka 2%, dan menurut bank sentral AS dalam jangka menengah kondisi inflasi akan bertahan. Kesan pembiaran inflasi yang meninggi tersebut terendus investor dengan catatan bahwa meski ada kenaikan inflasi, akan tetapi Jerome Powell dan kawan-kawan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunganya yang ketujuh dan seterusnya.

Alhasil hal ini membuat harga emas kontrak Juni di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $7,20 atau 0,55% di level $1312,80 per troy ounce. Sedangkan harga perak kontrak Juli di Comex ditutup menguat $0,08 atau 0,46% di level $16,45 per troy ounce.

Tahun ini pasar memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga the Fed hanya 3 kali saja, padahal dengan inflasi yang merapat ke 2%, maka angka 4 kali kenaikan juga masih dimaklumi pasar. Tampaknya the Fed tidak ingin buru-buru membuat keputusan yang bisa mengangkat nilai dolar lebih cepat, seperti yang diinginkan Trump, dan terbukti semalam dengan kondisi penguatan yang perlahan-lahan, defisit perdagangannya berhasil dikurangi.

Batasan penguatan emas juga terjadi setelah klaim pengangguran yang masih bertahan di angka kisaran 49 tahun terbaiknya. Begitu juga pesanan pabrikan yang juga naik lagi. Data aktivitas jasa ISM masih ekspansi area namun merendah sedikit. Selain itu, gagalnya emas menguat tajam karena investor menantikan data tenaga kerja AS yang akan rilis nanti malam.

Selain itu, pasar berharap dalam masalah perang dagang yang akan segera terselesaikan beriringan dengan kunjungan Menteri Keuangan Steven Mnuchin ke Beijing untuk berunding dengan pihak China. Sampai saat ini belum ada kejelasan, sehingga pasar juga masih wait and see.

Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street mengalami pergerakan beragam di mana bursa Dow naik 0,02% namun bursa Nasdaq dan S&P menurun. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami penurunannya sebesar 0,31% di level 92,402.

Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas adalah data situasi tenaga kerja AS yang terdiri dari unemployment rate, nonfarm payroll, average hourly earnings dan average workweek sheet serta ada 4 pejabat the Fed yang akan berpidato seperti Williams Dudley, Raphael Bostic, John Williams dan Randall Quarles.

Penulis: Adhi Gunadhi
Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch, BBC
Sumber gambar: Reuters

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.