Kekhawatiran Resesi Ekonomi Mendongkrak Permintaan Gold dan Yen

JAVAFX – Harga emas dan mata uang Yen Jepang menguat disesi Asia karena kekhawatiran resesi memicu permintaan terhadap safe haven. Harga emas berjangka diperdagangkan naik 0,3% kelevel $1322 di pasar COMEX NYME. Logam mulia tersebut pada pekan lalu mencatatkan kenaikan mingguan ketiga beruntun dan naik 1% atau terbesar sejak awal Februari.

Pada hari Jumat, spread antara imbal hasil Treasury AS tenor 3-bulan dan imbal hasil 10-tahun terbalik untuk pertama kalinya sejak 2007 setelah data manufaktur AS tidak memenuhi perkiraan. Pembalikan kurva hasil ini secara luas dilihat sebagai indikator utama resesi.

Gold Trading

Berita tersebut mengirim saham global lebih rendah, dengan Nikkei 225 Jepang anjlok lebih dari 3% pada hari Senin sementara Indeks Hang Seng Hong Kong juga merosot mendekati 2%. Para investor beralih ke asset aman resiko yaitu emas dan yen Jepang. Gold sampai Senin siang bergerak naik kelevel $1316.80 dan masih berpotensi naik kelevel tertinggi pekan lalu $1320.30. Sementara yen menguat terhadap dolar AS kelevel 109.700 atau lebih rendah dari pekan lalu di 109.735.

Analis JAVAFX